31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Kisah Jatuh Bangun Marjan, Juragan Ikan yang Pernah Bangkrut hingga Terlilit Utang

BETANEWS.ID, PATI – Suasana canda tawa tampak mengiringi sejumlah orang yang ada di tempat penyimpanan ikan yang berada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) II, Juana, Pati. Satu per satu troli yang mengangkut ikan beku mulai keluar dari ruang penyimpanan itu, kemudian dimasukkan ke dalam truk. Seorang pria mengenakan switer coklat tampak mengecek ikan-ikan di sana. Dia tak lain adalah Rustamaji (38), pemilik PT Bintang Samudra Pratama. Di sela-sela kesibukannya, pria yang sudah puluhan tahun bergelut di dunia perikanan itu sudi berbagi cerita kepada Betanews.id tentang bisnisnya.

Marjan begitu dia akrab disapa, mengaku pernah berada di posisi sulit saat bisnis jual beli ikan yang dijalankan bersama teman-temannya merugi. Tak hanya kehilangan modal, ia juga menanggung banyak utang akibat kegagalan bisnisnya. Namun saat itu, Marjan masih memiliki keyakinan bahwa dirinya bisa bangkit dengan berbisnis sendiri.

Rustamaji mengecek ikan-ikan yang baru datang. Foto: Ahmad Rosyidi.

Baca juga : Kisah Jatuh Bangun Jenang Karomah, Pernah Terlilit Utang Hingga Aset Nyaris Disita

-Advertisement-

“Kejadian itu di tahun 2012, saya rugi hingga terlilit utang. Tapi saya masih yakin bisa sukses. Selain itu juga ada teman yang mendukung saya, dan mau meminjamkan modal,” ungkap warga Desa Raci RT 02 RW 04, Kecamatan Batangan, Pati itu.

Keyakinan Marjan bukan tanpa alasan, dia juga menceritakan pengalamannya selama bergelut di dunia perikanan. Sebelum jual beli ikan, Marjan pernah menjadi kuli bongkar muat ikan, berjualan es balok dan pernah juga menjadi nelayan. Pengalaman berkecimpung di dunia perikanan membuatnya merasa yakin untuk bangkit.

“Dari dukungan keluarga dan teman waktu itu membuat saya malah penasaran dan tertantang. Tapi saya tidak cerita kepada keluarga kalau punya banyak utang, karena saya tidak mau membebani mereka. Setelah ada titik terang baru saya cerita,” ucapnya sambil tersenyum saat ditemui di kantornya beberapa hari yang lalu.

Marjan memberanikan diri memulai usaha jual beli ikan lagi pada tahun 2013. Dua tahun berjalan, perkembangan usahanya mulai terlihat. Pesanan demi pesanan berjalan lancar dan usahanya semakin berkembang. Hingga tahun 2015 dia mendapat pesanan dengan jumlah besar senilai Rp 500 juta.

“Tahun 2015 itu saya mengalami masa sulit. Saya kirim ke Jakarta, belum ada pembayaran. Kontainer mau diekspor karena dokumennya tidak lengkap jadi dikarantina dulu. Hingga dua bulan tidak ada pembayaran, barang tidak bisa balik. Saya sudah pasrah, tidak ada modal lagi,” katanya.

Setelah dua bulan, akhirnya ikan tersebut dikembalikan. Marjan merasa beruntung ikannya bisa kembali, ditambah lagi waktu itu harga ikan sedang naik. Akhirnya dia bisa menjual dengan keuntungan yang lebih besar.

Dengan adanya kasus tersebut Marjan bisa belajar. Selain itu, dia juga mengaku secara mental menjadi lebih berani. Satu tahun kemudian, di tahun 2016 bisnis Marjan semakin berkembang. Dirinya kemudian bisa membeli satu armada untuk pengiriman ikannya.

“Tahun 2016 itu pertama kali saya beli armada. Sebelumnya saya menggunakan jasa pengiriman. Sejak kejadian itu saya bisa belajar dan usaha saya terus berkembang hingga sekarang. 2015 itu saya sudah di titik pasrah, kalau tidak kembali ya saya sudah gulung tikar,” beber Marjan.

Baca juga : Kisah Solekan, Rela Putus Kuliah Demi Lanjutkan Usaha Kerajinan Logam Milik Ayahnya (3/6)

Saat ini usaha Marjan sudah berkembang pesat. Dia sudah memiliki belasan truk yang digunakan untuk mengirim ikan. Tak hanya itu, Marjan juga sudah punya kapal sendiri untuk menangkap ikan.

“Saya mengembangkan usaha dengan membuat penyimpanan ikan, karena penangkapan ikan sekarang susah dikarenakan faktor cuaca. Bahkan kadang saya juga mengambil ikan dari luar daerah, dari Banyuwangi dan Jakarta untuk mencukupi kebutuhan pesanan,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER