BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan terlihat telaten menuangkan cairan warna kuning ke dalam botol cokelat di sebuah rumah Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Satu demi satu botol itu terisi penuh dan kemudian dilanjutkan dengan menempelkan stiker. Dari stiker itulah diketahui jika itu adalah sirop dari kulit nanas.
Perempuan yang diketahui bernama Rubiyanti (46) itulah yang punya ide kreatif membuat sirop dari kulit nanas. Dia menjelaskan, olahan tak biasa itu sudah ia rintis sejak Maret 2021. Namun, ia baru memasarkannya Desember 2021.

“Meski terbuat dari kulit nanas, tapi kulit yang saya gunakan bersih, bukan limbah dari pasar. Karena saya punya usaha olahan daging nanasnya, jadi daripada kulitnya terbuang, makanya saya manfaatkan,” beber dia, Kamis (10/2/2022).
Baca juga: Untung Menggiurkan dari Bisnis Minuman Sari Kulit Nanas
Cara mengolah kulit nanas menjadi sirop pun tidak sulit. Yanti menjelaskan, setelah dicuci, kulit nanas tersebut kemudian dimasak dengan air dan garam hingga mendidih.
Setelah itu, didiamkan selama 2-3 hari atau difermentasi. Selanjutnya, dimasak kembali dengan mencampurkan gula aren, kapulaga, cengkeh, dan kayu manis. Ketika sudah terlihat mengental, lanjut Yanti, menandakan bahwa sirup kulit nanas siap untuk dikonsumsi.
“Untuk jenis kulit nanasnya, saya menggunakan nanas smooth cayenne, karena memiliki cita rasa yang asam. Jadi nanti siropnya ada perpaduan rasa asam dan masni,” jelasnya.
Baca juga: Baru Dua Pekan Produksi, Manisan Nanas Buatan Yanti Ramai Diburu Pembeli
Lalu untuk harga per botol, sirop kulit nanas ini dihargai Rp17 ribu untuk ukuran 350 ml. Selain itu, sirop ini juga bisa bertahan tiga sampai empat bulan. Pemesanan produk ini bisa melalui Whatsapp di nomor 0853 2682 7010.
Yanti mengatakan, produk yang bisa dikatakan baru pertama kali di Indonesia ini sudah terjual ke berbagai daerah, seperti Semarang, Pati, Rembang, Jepara, dan masih banyak lagi.
“Produk ini bisa di katakan baru dan pertama kali di Indonesia, karena yang buat olahan ini baru saya. Dan alhamdulillah sekarang banyak sekali peminatnya,” tandas Yanti.
Editor: Ahmad Muhlisin

