31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Diguyur Hujan Deras, Longsor Hingga Tanggul Jebol Terjadi di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Bencana tanah longsor hingga tanggul jebol terjadi di Kabupaten Kudus dalam semalam. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, tercatat ada 5 kejadian tanah longsor dan 2 tanggul jebol.

“Penyebabnya dikarenakan hujan yang mengguyur merata di seluruh wilayah Kabupaten Kudus pada hari Rabu (19/1/2022) mulai pukul 21.00 WIB,” ungkap Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kudus, Budi Waluyo, Kamis (20/1/2022).

Lebih lanjut, Budi merincikan, titik-titik terjadinya bencana tanah longsor. Pertama pada Rabu malam pukul 22.30 WIB, tanah longsor terjadi di Dukuh Kombang RT 1 RW 4 Desa Colo, Kecamatan Dawe. Tebing setinggi 8 meter dan panjang 12 meter longsor mengenai rumah warga bernama Sugeng yang berada di sampingnya.

-Advertisement-
Akibat tanggul jebol, rumah warga di Kudus kebanjiran. Foto: Ist

Baca juga : Mejobo Diterjang Banjir, Hartopo Minta Penanganan Tanggul Kritis jadi Prioritas

Kedua, pada pukul 23.20 WIB, tanah longsor terjadi di Desa Colo, tepatnya di Dukuh Pandak RT 2 RW 3 dan mengenai rumah Harto. Tanah belakang rumah Harto tak mampu menahan air dan akhirnya longsor dan menimpa dinding dapur. Atas kejadian itu, kerugian material bangunan ditaksir sekitar Rp 4 juta.

Ketiga, pada pukul 00.00 WIB, di Dukuh Kambangan RT 4 RW 5, Desa Menawan, Kecamatan Gebog juga terjadi tanah longsor. Tebing setinggi 5 meter dan lebar 5 meter yang berada di belakang rumah Sutir longsor dan menyebabkan sebagian atap rumah ambruk serta menyebabkan kerugian sekitar Rp 2 juta.

“Lalu pagi hari tadi, di Dukuh Mereng Wetan, RT 2 RW 2 Desa Kajar, Kecamatan Dawe, pukul 08.00 WIB. Tebing setinggi kurang lebih 8 meter dan panjang 15 meter longsor menimpa bangunan rumah warga bagian kamar mandi atas nama Solikin. Kerugian material bangunan kamar mandi sekitar Rp 10 juta,” jelasnya.

Tidak berhenti di situ, tanggul jebol juga terjadi akibat hujan lebat mengguyur Kudus. Budi menjelaskan, tanggul jebol terjadi di Dukuh Jawek, Desa Pladen RT 2 RW 5 Kecamatan Jekulo, pada Rabu malam sekitar pukul 22.15 WIB.

Volume air di sungai Jawek meningkat, membuat kondisi tanggul sungai tidak mampu menahan tekanan air. Sehingga menyebabkan tanggul jebol selebar kurang lebih 8 meter dan setinggi sekitar 1,5 meter.

“Akibatnya air sungai bercampur lumpur meluap dan masuk ke rumah warga, serta menutup akses jalan. Ketinggian air bercampur lumpur yang masuk ke rumah warga bervariasi, antara 10 hingga 20 sentimeter. Sedangkan ketinggian lumpur yang menutup jalan desa mencapai kurang lebih 20 sentimeter. Hal itu, membuat sekitar 70 rumah terdampak yang dihuni oleh 80 KK,” jelas Budi.

Tanggul jebol juga terjadi di Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo. Rabu malam pukul 21.30 WIB, air Sungai Mrisen meluap dan bercampur lumpur menggenangi pemukiman warga dengan ketinggian air 30-40 sentimeter.

Baca juga: Tak Ingin Banjir Seperti Tahun Lalu Terulang, Hartopo Minta Desa Gencarkan Mitigasi

Kondisi itu, menyebabkan akses jalan sekunder desa tertutup. Air banjir pun masuk ke rumah warga. Setidaknya ada sekitar 200 rumah yang terdampak.

“Yang terdampak berat itu di RW 2, ada 4 RT. Karena diapit dua sungai dan lokasinya yang cukup cekung. Setidaknya ada sekitar 250 KK yang terdampak banjir ini,” ungkap Budi.

Dalam penanganan bencana ini, semua pihak dilibatkan. Mulai dari petugas BPBD, relawan gabungan, pemdes setempat, pemerintah kecamatan, TNI, Polri, dan warga.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER