Bupati Cek Plafon SD yang Ambrol Timpa Siswa, Hartopo : ‘Harusnya Sekolah Proaktif’

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo meninjau SD 6 Terban, Kecamatan Jekulo, pada Rabu (12/1/2022). Sekolah tersebut, plafon di beberapa ruang kelas mengalami kerusakan, dan sempat ada plafon yang ketika ambrol menimpa salah satu siswa ketika sedang mengikuti pembelajaran pada Selasa kemarin.

Masuk ke ruang kelas 2 dan 3, Hartopo melihat adanya plafon yang sudah bolong. Tidak hanya satu, tapi banyak. Bahkan banyak pula plafon yang masih terlihat adanya rembesan air hujan.

SD 6 Terban Kudus. Foto: Nila Rustiyani.

Baca juga : Sekolah Rusak Ditemukan Lagi di Kudus, Kabid Dikdas: ‘Jika Memungkinkan Dianggarkan di APBD Perubahan’

-Advertisement-

“Bisa ada hal seperti itu, karena di sini tidak ada pemeliharaan. Di sini tidak ada anggaran pemeliharaan, juga tidak ada yang jaga malam,” kata Hartopo.

Untuk itu, Hartopo meminta dari pihak sekolah memiliki inisiatif memeriksa keadaan genteng ketika ada rembesan air di plafon atau eternit. Apalagi, saat musim hujan seperti ini, bisa saja ada genteng yang pecah atau merosot akibat hujan maupun angin kencang.

“Karena ini sangat rawan sekali. Kalau air masuk ke eternit, kan eternit tidak tahan air. Jadi kalau lama-lama kena air, bisa jebol dan menjadi permasalahan,” terangnya.

Menurutnya, biarpun nanti kelas dibangun lagi, tapi kalau tidak ada pemeliharaan, hal yang sama akan terulang kembali.

Terkait kondisi sekolah yang rusak itu, Hartopo menyangkal adanya kecolongan di lingkup Pemkab Kudus dalam hal perbaikan sekolah. Hartopo mengatakan, jebolnya eternit kelas disebabkan kurangnya pantauan dan pemeliharaan. Ketika ada rembesan air, tidak langsung ditindaklanjuti dan diperbaiki.

“Jadi tambah parah. Harusnya kalau ada pola, pasti ada yang bocor. Pecah atau merosot gentengnya. Seharusnya sekolah bisa lebih proaktif,” ungkapnya.

Selain meninjau keadaan ruang kelas, pagi tadi Hartopo juga memantau kegiatan vaksinasi anak-anak yang ada di sekolah tersebut. Pihaknya tetap mengingatkan, agar dalam penyuntikan vaksin harus melewati proses skrining ketat.

Sementara itu, Kepala SD 6 Terban Sutono mengungkapkan, kerusakan atap sekolah sudah terjadi lama. Pengajuan untuk perbaikan juga sudah lama diajukan ke Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus. Namun belum ada perbaikan di ruang kelas yang rusak itu.

Baca juga : Renovasi Atap SDN 4 Prambatan Kidus Dianggarkan pada APBD Perubahan 2021

“Alhamdulillah Bupati dan pihak dari kecamatan sudah respon dan langsung datang ke sini. Kami berterima kasih atas kerjasamanya pemda dan pihak kecamatan, maupun desa. Katanya tahun 2022 ini akan ditangani,” ujarnya.

Kemudian terkait adanya eternit ambrol yang terjadi kemarin pukul 08.30 WIB, pihaknya langsung melakukan perbaikan.

“Kemarin langsung kita tangani. Dan anak-anak juga lanjut pembelajaran,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER