BETANEWS.ID, KUDUS – Rumah Sakit Mardi Rahayu dinobatkan sebagai RS dengan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja terbaik se eks-Karesidenan Pati. Anugerah itu diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kudus dalam acara Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) Award 2021, di Emerald Room Hotel Griptha, Kamis (23/12/2021).
Direktur Utama RS Mardi Rahayu, Pujianto mengatakan, penghargaan ini sangat luar biasa bagi RS Mardi Rahayu karena diraih selama empat tahun beruntun. Bahkan, RS Mardi Rahayu juga menjadi salah satu dari dari 3 nominator terbaik tingkat Jawa Tengah.
“Apresiasi ini menjadi bukti bahwa Trauma Center RS Mardi Rahayu lebih dipilih oleh para pekerja di Kota Kudus dan sekitarnya ketika mengalami musibah kecelakaan kerja. Kami juga berterima kasih kepada BP Jamsostek Cabang Kudus atas dukungan dan kerja samanya atas penghargaan PLKK Terbaik ini,” katanya.
Baca juga: Ambulans Pasien Covid-19 Milik RS Mardi Rahayu Ini Lebih Canggih dari Standar Ruang Isolasi
Kerja sama ini ditunjukkan dengan ikut sertanya seluruh karyawan rumah sakit, termasuk petugas parkir dan koperasi, dalam Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
RS Mardi Rahayu juga mendukung sepenuhnya Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran) dari BP Jamsostek. Itu dilakukan dengan memberikan donasi pembayaran iuran selama satu tahun.
Baca juga: Bank Mandiri Kudus Berikan Bantuan Ambulans untuk RS Mardi Rahayu
Program ini untuk melindungi 100 pekerja informal yang rentan yang masuk dalam kategori pekerja bukan penerima upah (BPU). Mereka terdiri dari tukang ojek, sopir angkot, tukang becak, asisten rumah tangga, pedagang keliling, dokter paruh waktu, jurnalis, dan lainnya. Mereka akan diikutsertakan sebagai peserta BP Jamsostek pada program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JM) mulai 1 Januari 2022 sampai dengan 31 Desember 2022.
“Program donasi pembayaran iuran BP Jamsostek ini adalah sebagian bentuk kepedulian sosial RS Mardi Rahayu sebagai ucapan syukur atas anugerah penyertaan Tuhan dalam pelayanan RS Mardi Rahayu,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

