BETANEWS.ID, KUDUS – Dua orang perempuan terlihat sedang mengemas beberapa pouch ke dalam paper bag di sebuah rumah Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus. Setelah dikemas, mereka kemudian mengumpulkannya ke sebuah wadah bersama beberapa bungkusan lain. Bungkusan itulah yang akan dikirimkan ke pembelinya yang sudah merambah ke berbagai daerah.
Mereka adalah Alfiya Ilfa (19) dan Octavia Dewi Santoso (20), Pemilik FV Pouch. Via mengatakan, mereka sudah merintis usaha pouch ini selama dua tahun, bersama dengan adik kelasnya semasa SMP.

Berawal dari tidak adanya perkuliahan di masa pandemi, membuat mereka mempunyai ide untuk membuat usaha pouch yang berkonsep produk lokal dengan kualitas yang bagus.
Baca juga: Tas dan Pouch Harga Terjangkau Produksi Mahasiswa Kudus yang Modelnya Cantik-Cantik
“Awalnya cuma iseng waktu Fiya, teman saya main ke rumah lihat souvenir pouch di kamar saya. Nah ngobrol-ngobrol akhirnya karena dirasa ada potensi untuk dijual dan buatnya mudah, jadi ya sudah kita coba membuka usaha ini,” jelasnya, Selasa (30/11/2021).
Setelah yakin untuk membuka usaha, lanjut Via, akhirnya mereka membuat brand dari nama mereka yaitu FV Pouch. Modalnya juga sangat kecil yakni hanya Rp 100 ribu dengan cara patungan masing-masing Rp50 ribu. Karena modal yang minim, awalnya mereka masih menjual satu warna dengan sistem PO terlebih dahulu.
“Dulu warnanya masih hitam aja, sistemnya juga masih open PO, dan karena kita belum bisa jahit , jadi desain dan potongan kain dari kita, dan kita masukan ke penjahit,” ucapnya.
Kemudian, bermula dari menjual pouch mereka dari teman ke teman, kini FV Pouch berhasil menarik perhatian pecinta pouch. Bahkan, usaha mereka terus berkembang dan kini bisa menjual ke berbagai daerah seperti Semarang, Jepara, Pati, hingga Sumatera.
“Saat ini kami bisa menjual 40 hingga 60 tas tiap bulannya. Kalu omzet sebulannya sih sudah Rp1 juta hingga Rp2 juta,” beber Via.
Baca juga: Kisah Owner Juragan Kelamby, Awal Rintis Usaha Hanya Sebagai Sampingan dan Kini Jadi Lahan Cuan
Untuk semakin memperluas pasar, mereka juga mulai menambah produk lainnya seperti pouch dengan dua ukuran dan berbagai warna, sling bag, clutch, souldher bag, totebag, hingga tas laptop.
“Tidak selalu mulus, dalam 2 tahun ini kami sempat vakum selama sebulan karena masing-masing sibuk kuliah, tapi karena sayang kalau nggak dilanjutkan, akhirnya kita terus bangun usaha ini, dengan memberikan produk-produk terbaru,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

