BETANEWS.ID, SOLO – Pembangunan Pasar Legi Solo yang merupakan pasar induk terbesar se-Solo Raya telah rampung dan resmi diterima oleh Pemerintah Kota Solo melalui Dinas Perdagangan Kota Solo pada Selasa, (30/11/2021). Pasar tersebut rencananya akan diresmikan pada Januari 2022 mendatang.
Mendengar hal tersebut, sejumlah pedagang merasa senang. Diketahui, selama dalam masa pembangunan selama tiga tahun ini, para pedagang menempati lapak darurat yang disediakan di sekitar proyek tersebut.

Ditemui Betanews.id, pedagang mengaku senang lantaran akan segera menempati lokasi baru yang lebih bagus. Salah satunya adalah Sri Sardini (30) yang merupakan pedagang ayam potong.
Baca juga: Akan Diresmikan Gibran Januari 2022, Pasar Legi Punya Water Sprinkler untuk Atasi Kebakaran
“Perasaannya senang, kan sekarang bangunannya udah mewah. Ya harapannya semoga besoknya kalau udah ada penempatan itu rejekinya tambah lancar, tambah laris,” kata wanita yang sering disapa Menuk itu.
Meski demikian, Menuk mengaku belum mendapatkan informasi resmi dari pihak pasar. Namun demikian, ia sudah mendengar kabar dari mulut ke mulut bahwa bangunan pasar tersebut akan segera dapat ditempati. “Dulu itu kadang bocor, padahal udah diperbaiki juga,” kata Menuk.
Menuk mengaku sudah berjualan di Pasar Legi sudah sejak 16 tahun yang lalu. Semenjak pindah ke pasar darurat, ia mengaku mengalami sedikit penurunan pendapatan.
“Kaya ibaratnya langganannya nggak ke sini, mana yang deket sama rumahnya situ gitu, cari tempate kadang kejauhan dari rumahnya,” ujar wanita asal kelurahan Joglo itu.
Pedagang lain, Cuk Margono (57) berharap agar lapaknya di Pasar Legi nantinya strategis seperti tempatnya dulu. Ia sedikit khawatir jika mendapat lapak yang kurang strategis di bangunan pasar Legi yang baru nanti.
“Dulu ya lumayan, kan kios saya di luar,” kata Margono.
Baca juga: Ada Dugaan Jual Beli Lapak di Pasar Johar oleh Oknum PNS, Hendi : ‘Laporkan Polisi’
Margono juga mengaku belum mendapat informasi resmi dari pihak pasar terkait penempatan lapak. Saat ini, ia juga sedang menempati lapak darurat di sekitar Pasar Legi itu.
Meski pindah lokasi lantaran proyek pembangunan, Pria asal Mojosongo itu mengaku masih ada pelanggan yang setia membeli kentang di tempatnya.
“Kalau pelanggan paling telponan, paling kan tinggalnya kios mana, terus kita kasih tahu di sini. Kalau pelanggan udah mapan itu balik lagi,” ujarnya.
Margono juga berharap pembelinya kembali meningkat saat nanti telah menempati lapak di bangunan Pasar Legi yang baru. “Mudah mudahan meningkat,” harapnya mengakhiri.
Editor: Ahmad Muhlisin

