31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Diberi Waktu Sepekan untuk Segera Pindah, Warga : ‘Bingung, Mau Pindah ke Mana’

BETANEWS.ID, SOLO – Warga yang terdampak pembangunan rel layang ganda Solo-Semarang diberi waktu selama seminggu usai mendapat ganti rugi untuk segera pindah dari lokasi yang akan digusur.

Salah satu warga asal Nusukan, Paino (61) mengaku belum memiliki rencana kemana ia akan pindah. Padahal hunian yang ia tempati saat ini sudah cukup bagus.

“Ya lumayan sudah keramik, tembok. Bangun dewe (membangun sendiri), dulu tanah kosong terus saya bangun rumah di situ,” ujar Paino usai menerima santunan ganti rugi di Pendapa Kelurahan Joglo, Selasa, (16/11/2021).

-Advertisement-

Baca juga : Gibran Serahkan Uang Ganti Rugi Kepada Warga Terdampak Proyek Pembangunan Rel Layang Joglo Solo

Pria yang dulunya memiliki usaha wedangan itu sekarang berprofesi sebagai juru parkir, lantaran usahanya sudah terkena gusur oleh Satpol PP. Meski sudah diberitahukan sebelumnya agar segera pindah, ia belum memiliki pandangan untuk pindah ke mana.

“Ya sebenarnya tidak setuju cuma seminggu saja, tapi ya gimana lagi kalau ndak setuju, ya semuanya begitu. Ya keberatan, tapi nggak ada pilihan lain,” ucap Paino.

Senada, Warsidi (70) yang bertemlat tinggal di Joglo, huniannya yang juga ia gunakan sebagai tempat usaha salon potong rambut juga terkena gusur. Ia juga belum mengetahui kemana ia akan pindah.

Nggih sampun mepet. Lha niki pados nggen, damel usaha melih ndamel nggen (ya sudah mepet. Lha ini cari tempat untuk usaha lagi),” kata Warsidi.

Meski demikian, Warsidi bersyukur, lantaran pemerintah masih memberikan ganti rugi. Ia mengatakan, bahwa huniannya tersebut berada di pinggir rel dan sudah selama 8 tahun ia tempati.

Kathah, seneng (uangnya banyak, senang). Senangnya dapat jatah dari pemerintah untuk mencari rumah, tidak boleh menempati tanah dari pemerintah yang digunakan,” ucapnya.

Sementara itu, Sri Wahyuni (40) harus merelakan warung makan miliknya tergusur proyek. Kini ia harus mencari lapak lain yang bisa ia gunakan, padahal ia sudah menempati lokasi tersebut selama 10 tahun.

“Uang ini saya gunakan untuk cari tempat lagi untuk usaha. Kalau ini untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Ya dibilang kirang nggih kirang kathah (kurang banyak).

Baca juga : Rampung Dua Bulan Lebih Cepat, Mulai Hari Ini Flyover Purwosari Solo Sudah Bisa Digunakan

Sri juga belum tahu hendak pindah ke mana. Menurutnya, ia akan pindah ke dekat rumahnya yang tidak terkena gusur. Namun, ia juga bingung lantaran harga sewa toko sekarang yang cukup mahal, berkisar lebih dari Rp 15 jutaan.

“Hasil warung kemarin bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, kan anak saya banyak, anak saya kan 7 sekolah semua. Paling besar sudah rumah tangga. 7 masih tinggal bareng semua, suami cuma jualan di rumah,” kata Sri.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER