31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

DKK Targetkan Dua Pekan ke Depan Capaian Vaksinasi Lansia Bisa 70 Persen

BETANEWS.ID, KUDUS – Sempat turun pada level 2, Kudus kembali naik level 3 pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali hingga 15 November 2021 mendatang. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo menyebut, alasannya karena vaksinasi lansia di Kudus belum mencapai 60 persen dari total sasaran.

Sejauh ini, ungkap Badai, persentase vaksin lansia masih di angka 34 persen dari total sasaran sebanyak 71.098 orang.

“Kita masih di level 3 karena vaksinasi (lansia) belum tercapai 60 persen. Positif rate, angka kesembuhan, kematian, BOR dan sebagainya kita dalam kondisi bagus. Bahkan berhak di level 1,” ungkapnya, Selasa (2/11/2021).

-Advertisement-

Baca juga : Kudus Terima 40 Ribu Dosis Vaksin Jenis Pfizer, Lansia Jadi Prioritas

Oleh karena itu, dengan didapatkannya 42 ribu dosis vaksin jenis Pfizer bagi lansia, menurutnya bisa menurunkan level PPKM. Di mana dalam dua minggu ke depan, vaksin Pfizer ini bisa ditargetkan bisa disuntikkan kepada para lansia di Kudus.

Dengan vaksinasi yang diberikan kepada lansia ini, Badai menargetkan bisa memvaksin 70 persen lansia di Kudus.

“Target kita, dalam dua minggu ke depan vaksinasi lansia bisa 70 persen. Kita ingin menggerakkan level (PPKM) kita turun,” ungkap Badai.

Badai menjelaskan, bahwa 42 ribu vaksin Pfizer telah didistribusikan ke 19 puskesmas di 9 kecamatan di Kudus. Pihaknya menyadari, suksesnya vaksinasi lansia ini terjadi dengan adanya kerja sama oleh semua pihak.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada semua camat dan perangkat desa untuk bisa saling membantu. Bergerak bersama agar target capaian vaksinasi lansia bisa tercapai.

Terlebih, masalah yang sering ditemui adalah rendahnya minat lansia agar mau divaksin.

“Maka dari itu, besar harapan kami, camat dan perangkat desa bisa membimbing puskesmas agar bisa mencapai sasaran,” harapnya.

Selain itu, masalah yang sering dijumpai adalah tidak adanya akses bagi lansia untuk mendatangi tempat vaksinasi.

“Ini perlu adanya pendampingan keluarga, camat, desa, RW maupun RT. Di mana setiap kecamatan rata-rata memiliki lansia sekitar 10 ribu orang,” ungkapnya.

Untuk saat ini, Badai menjelaskan, Kecamatan Undaan merupakan kecamatan yang masih rendah capaian vaksinasinya. Baru sekitar 12 persen atau sekitar 1.040 sasaran yang sudah divaksin. Sedangkan untuk Kecamatan Kota dari sekitar 12 ribu lansia yang ada, setidaknya sudah sekitar 40 persen di antaranya sudah divaksin. Sedangkan kecamatan lainnya, sudah sekitar di atas 30 persen lansia yang sudah divaksin.

“Solusinya, kecamatan sudah ada, nanti kita dapat bantuan camat, kades, dan stakeholder lainnya. Partai politik tadi juga mengatakan siap mendistribusikan vaksin,” paparnya.

Baca : Meski Vaksinasi Capai 60 Persen, Dinkes Jateng Ungkap Sulitnya Ajak Warga untuk Vaksin

Tidak jauh berbeda, Bupati Kudus HM Hartopo berharap, dengan suntikan vaksin Pfizer ini bisa menurunkan level PPKM Kudus. Pun demi mencapai target vaksinasi lansia, pihaknya meminta agar semua camat bisa memacu program tersebut.

“Kita masih di level 3 karena nunggu target vaksinasi lansia paling nggak di atas 50 persen. Kalau pfizer habis target kita 60 persen. Dikirim ke sana (pusat) untuk dievaluasi. Secara umum, semua camat saya suruh untuk memacu agar vaksinasi lansia bisa tercapai,” terangnya.

Sementara itu, Camat Jekulo Wisnubroto Purnawarman Jayawardana mengatakan, sudah sekitar 3.000 lansia di Kecamatan Jekulo yang divaksin. Masih kurang sekitar 8 ribu orang, yang saat ini masih diprogramkan agar bisa divaksin.

“Vaksin bagi lansia masih dilakukan. Dari desa ke desa, masih jalan,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER