BEM UMK Minta Maaf Soal Logo Kampus Robek

BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muria Kudus (UMK) menyampaikan permintaan maaf atas postingan di akun Instagram mereka beberapa hari lalu. Dalam unggahan tentang seruan #SelamatkanUMK, mereka menyertakan gambar dengan tulisan ‘System Error! Rusaknya Birokrasi Kampus’ yang di bawahnya terdapat logo UMK robek.

Perihal logo itulah, yang kemudian mendapatkan respon dari berbagai pihak, yang menilai BEM UMK telah melecehkan nama baik almamater.

BEM UMK meminta maaf terkait postingan di akun Instagram mereka yang terdapat logo kampus robek. Foto: Nila Rustiyani.

Baca juga : Kantor BEM Universitas Muria Kudus Disegel Gara-gara Logo Kampus

-Advertisement-

Tak hanya itu, buntut dari permasalahan logo tersebut, juga membuat beberapa organisasi mahasiswa (ormawa) menyegel kantor BEM dua hari lalu.

Merespon hal itu, Presiden BEM UMK Alvin Rizqiya pun meminta maaf. Robeknya logo UMK dalam gambar tersebut, menurutnya bukan bermaksud melecehkan nama baik UMK. Hal itu, katanya hanya sebagai ilustrasi, apabila permasalahan yang ada di dalam kampus tidak segera terselesaikan, UMK bisa rusak seperti halnya gambar logo robek.

“Kami meminta maaf terkait logo yang pernah kami upload di akun media sosial kami, yaitu di Instagram. Hari ini kami sampaikan, logo yang robek itu bukan maksud kami melecehkan almamater. Akan tetapi, itu sebuah ilustrasi kalau permasalahan di birokrasi kampus tidak segera terselesaikan, kampus akan seperti itu (rusak),” jelasnya, Kamis (14/10/2021).

Sama-sama mahasiswa UMK, tegas Alvin, tak mungkin ada niat BEM menjelekkan nama UMK. Tetapi menurutnya, hal itu semata-mata agar tuntutan mereka bisa segera tercapai.

Tidak hanya kepada ormawa saja, permintaan maaf BEM UMK juga ditujukan kepada semua sivitas akademika UMK dan kepada publik yang merasa kecewa. Alvin menyadari, bahwa kejadian ini akan menjadi pembelajaran dan evaluasi di dalam internal mereka ke depannya.

Baca juga : Mahasiswa Tuntut Rektor UMK dan 3 Wakilnya Mundur

Ia berharap, semua ormawa UMK bisa bersama-sama mengawal konflik yang benar-benar ada di UMK. Terkhusus mengawal konflik di bidang akademik dan kemahasiswaan.

“Harapannya kita bisa bersatu lagi, di internal mahasiswa. Satu persepsi kita bisa bersama-sama mengawal yang memang benar-benar konflik di UMK. Nanti bisa cepat terselesaikan tanpa memperpanjang dan memperkeruh suasana lain,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER