BETANEWS.ID, KUDUS – Museum Patiayam kembali menambah koleksi fosil gading gajah purba (Stegodon Trigonochepalus). Fosil tersebut memiliki ukuran panjang 1,5 meter dengan diameter 12-13 cm.
“Sebenarnya panjang aslinya 3 meter dengan diameter kalau tidak salah 12 sampai 13 cm. Tetapi karena bagian ujung fosil terkikis terbawa erosi, sehingga hanya ditemukan 1,5 meter saja,” ujar Jamin, Koordinator Petugas Museum Patiayam Kudus, Selasa (05/101/2021).

Baca juga : 63 Fosil Koleksi Museum Patiayam Berhasil Dikonservasi dan Identifikasi
Menurutnya, fosil gading gajah purba tersebut merupakan temuan warga bernama Paijan, warga Dusun Karang Sudo, Desa Terban RT 2 RW 4 pada 4 September 2021, di Bukit Selumprit.
“Fosil ini ditemukan saat Paijan sedang memanen kencur. Saat menggali, Paijan menemukan suatu benda yang berukuran kurang lebih sekitar setengah meter, terus dia laporan saya pada malam hari, jam 19.30 WIB,” imbuhnya.
Kemudian, pada pagi harinya, pihaknya langsung mengecek ke lokasi dan ditemukan fragmen gading gajah Stegodon Trigonochepalus.
Sedangkan untuk proses pengangkatan fosil, dimulai dari pangkalnya terlebih dahulu dengan cara dibungkus menggunakan bambu dan tali plastik untuk menghindari keretakan yang lebih parah.
“Sebenarnya dalam pengangkatan, dibutuhkan cairan polyurethane untuk menghindari keretakan. Tetapi karena kami belum punya, akhirnya kami hanya menggunakan alat sederhana, yaitu bambu dan tali rafia,” ujarnya.
Baca juga : Tim dari Museum Ranggawarsita Kagum dengan Keunikan Koleksi Fosil di Museum Patiayam
Kemudian upaya selanjutnya, dari pihak petugas penyelamatan dan pelestarian, fosil ditempatkan di museum. Lalu diproses dengan cara identifikasi, kemudian pendataan, setelah itu masuk ke konserfasi pembersihan dan rekontruksi atau penyambungan.
Jamin juga menambahkan, bahwa hingga saat ini, temuan gading gajah di Museum Patiayam berjumlah kurang lebih 30 fosil.
Editor : Kholistiono

