BETANEWS.ID, KUDUS – Museum Patiayam Kudus bekerja sama dengan Museum Ranggawarsita Jawa Tengah, melakukan konservasi dan identifikasi puluhan fosil purbakala koleksi Museum Patiayam, pada 15-17 September 2021.
Kasi Pelestarian Museum Ranggawarsita Laela Nurhayati Dewi mengatakan, pihak Museum Ranggawarsita baru pertama kali melakukan inventarisasi dan konservasi di Museum Purbakala Situs Patiayam.

Baca juga : Museum Patiayam Lakukan Konservasi dan Pendataan Koleksi Fosil
“Saya merasa senang bisa terlibat dengan kegiatan inventarisasi dan konservasi koleksi di Museum Patiayam ini. Apalagi, Museum Patiayam memiliki koleksi beragam fosil hewan purbakala,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini, katanya, pihak Museum Ramggawarsita mendatangkan 9 orang ahli yang dibagi menjadi 2 tim. Yaitu, tim konservasi dan inventarisasi.
“Kegiatan konservasi ini kami terapkan khusus, dengan mendatangkan ahli secara khusus untuk ikut kegiatan di sini. Di sini, tim melakukan identifikasi dari para konservator, terkait penyakit, kerusakan, tindakan perbaikan, perobatan, hingga pemeliharaan fosil,” ujarnya Rabu (15/9/2021).
Kemudian untuk hasilnya nanti, lanjut Laela, bisa dilihat setelah konservasi yang dilakukan selama 3 hari ini.
“Nanti setelah kegiatan ini, kita bisa melihat before dan after fosilnya. Kemudian, fosil yang rusak nanti bisa diperbaiki. Begitupun dengan fosil patah atau fragmentnya, tim konsevator bisa memperbaiki. Dan kalau konkrit, kita bisa menata ulang fosil sehingga berwujud seperti semula,” katanya.
Dan mengenai penemuan fosil yang ada di Patiayam, Laela mengaku sangat takjub, karena koleksi di Museum Patiayam sangat unik dan beragam.
“Di sini koleksinya unik dan komplit, karena Museum Patiayam juga di bawah pengelolaanya Museum Sangiran, dan Musuem Sangiran juga dikelola oleh UNESCO,” tambahnya.
Baca juga : Banyak Ditemukan Fosil Jenis Bovidae, Museum Patiayam Lakukan Konservasi Fosil
Sementara itu, Petugas Museum Patiayam Kudus berharap, setelah kegiatan ini, penemuan yang ada bisa terdata valid dan menambah koleksi di museum.
” Hingga saat ini ada sejumlah 8.600 an fragment yang terdaftar. Yakni, terdiri dari 17 jenis spesies hewan, baik hewan laut, rawa, maupun darat. Kalau secara global atau termasuk yang belum terdata, ada 10 ribuan fragment spesies hewan,” kata Jamin.
Editor : Kholistiono

