BETANEWS.ID, SOLO – Anggota Komisi X DPR RI Agustin Wilujeng Pramestuti menyebut, bahwa sekolah tatap muka penting untuk dilaksanakan dan dicoba saat ini. Apalagi, setidaknya satu setengah tahun anak-anak kehilangan momen.
“Satu setengah tahun anak-anak kita kehilangan momen, learning loss, itu gede banget. Coba dibayangkan, anak kelas satu SD ketika belajar jarak jauh, dan ketika orang tua bekerja, siapa yang ngajari mereka menulis di rumah. Pembelajaran jarak jauh kan pakai komputer, laptop, kan mereka nggak bisa,” ujar Agustin usai melakukan kunjungan kerjanya di Balai Kota Solo, Jumat (24/9/2021).
Baca juga : Komisi X DPR RI Dorong Pemkot Solo Gencar Digitalisasi Buku
Untuk itu, menurutnya pembelajaran tatap muka (PTM) perlu dilakukan dengan metode yang aman. Ia menyebut, random test dengan tanpa ada pemberitahuan kepada pihak sekolah, seperti yang dilakukan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka bisa dilaksanakan.
Kemudian, terkait dengan pengawasan PTM, menurutnya semua komponen yang terlibat harus bergotong royong. Mulai dari orang tua, guru, siswa, sekolah, tenaga kependidikan dan lain sebagainya.
“Misal masker, siswa bisa bawa sendiri dari rumah. Kemudian, untuk tempat cuci tangan, kalau memang sekolah ada duit, sediakan tempat cuci tangan. Kalaupun tidak ada, bisa diatur, apakah tempat cuci tangannya di kamar mandi tapi,tapi bergantian atau bagaimana,” ungkapnya.
Baca juga : Dapati Pelanggaran di SMKN 1 Tengaran, Ganjar ke Kepsek : ‘Sebenernya Njenengan Siap Apa Tidak Lakukan PTM?’
Katanya, kalau tidak ada kerja sama dan gotong royong, tidak akan ada protokol kesehatan.
Selanjutnya, menanggapi adanya klaster PTM di Jepara, ia akan melihat terlebih dahulu. Ia tidak mau membicarakan hal yang tidak ia ketahui. “Saya kenal bupatinya, saya juga sering ke sana. Selai berkaitan dengan komisi, akan saya cari tahu,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

