BETANEWS.ID, SOLO – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka akan mambangun gedung baru di RSUD Kota Surakarta untuk meningkatkan pelayanan. Rencananya, gedung itu akan dibangun enam lantai di belakang rumah sakit dengan luas area 3 ribu meter persegi.
Menurutnya, fasilitas kesehatan yang lengkap di rumah sakit tersebut belum dibarengi dengan ketersedian kamar yang dirasa masih kurang. Padahal, rumah Sakit itu jadi rujukan nasional untuk pelayanan urologi.
“Rumah Sakit ini kan jadi rujukan se-Solo Raya. Banyak yang dari luar kota, luar pulau juga, makanya kita harus segera melakukan ekspansi,” ujarnya usai melaksanakan rapat dengan pihak RSUD Kota Surakarta, Rabu (22/9/2021).
Baca juga: Pembinaan UMKM Jadi Fokus Perhatian Gibran saat Pandemi
Soal anggaran, Gibran belum bisa memberitahukan dana yang dibutuhkan untuk membangun gedung baru itu. Dalihnya, saat ini masih terlalu dini untuk membicarakan hal tersebut.
“Meskipun ini RSUD kecil di tengah kampung, tapi dokternya paling lengkap. Semuanya ada di sini. Ini tadi ada beberapa rujukan dari RS juga cukup lengkap, jadi harus kita lakukan ekspansi untuk menampung jumlah pasien yang sudah membeludak,” jelasnya.
Plt Direktur Utama RSUD Kota Surakarta Niken Yuliani Untari menambahkan, di gedung baru itu, nantinya ada penambahan jumlah kamar operasi yang tadinya tiga kamar menjadi enam kamar. Mengingat, dalam satu hari di rumah sakit itu bisa melakukan hingga puluhan kali operasi pasein.
Baca juga: Ini Langkah Gibran Atasi Pengangguran di Solo yang Meningkat jadi 7,92 Persen
“Di sana nanti juga ada (ruangan) Hemodialisa (HD), UGD, jadi nanti kita buat lebih standar lebih bagus. Poliklinik nanti ada juga di sana. Di gedung yang baru nanti kita juga akan bikin lahan parkir, karena di depan sini kan ukel-ukelan (tidak tertata). Kasihan pasien,” terang Niken.
Pihaknya menargetkan pembangunan gedung baru sudah bisa digunkanan pada 2022 mendatang. Sehingga pelayananan rumah sakit itu semakin bisa menjangkau banyak pasien dari berbaga daerah.
“Kalau bisa tahun 2022 semoga sudah terlaksana pembangunannya. Kalau rencana sejak tahun 2020 kami kan sudah menyelesaikan DED dan sebagainya tinggal anggarannya yang kita harus cari,” tandas Niken.
Editor: Ahmad Muhlisin

