31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Gibran Tengok Rutan di Solo yang Punya Usaha Konveksi Hasil Kerjaan Warga Binaan

BETANEWS,ID, SOLO – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengunjungi produksi konveksi milik Rutan Kelas 1A Surakarta, Rabu (15/9/2021). Selain meninjau hasil kerjaan warga binaan, dirinya juga menyerahkan bantuan obat-obatan dan vitamin.

Didampingi Kepala Rutan Kelas I Solo Urip Dharma Yoga, Gibran melihat kesibukan para warga binaan di sana. Terlihat ada yang sedang menjahit, menyablon, dan aktivitas produksi lain.

“Ini sangat luar biasa. Penghuni rutan sudah dilatih sama BLK (Balai Latihan Kerja). Sekarang mereka menggarap orderan banyak, (seperti) seragam, kaus, goody bag. Jumlahnya ribuan. Luar biasa sekali,” ujarnya kagum.

-Advertisement-

Baca juga: Risma Berdayakan Penyandang Disabilitas Lewat Sentra Kreasi ATENSI Soeharso

Yang lebih menarik lagi, warga binaan yang sudah mengikuti pelatihan dari BLK akan mendapatkan sertifikat. Sertifikat tersebut nantinya dapat digunakan oleh mereka sebagai bekal kerja setelah keluar dari rutan tersebut.

“Warga binaan di sini produktif semua. Nanti ketika keluar punya modal wirausaha atau melamar kerja di pabrik-pabrik atau perusahaan. Apresiasi sekali untuk Pak Kalapas, benar-benar mendukung warga binaan di sini untuk lebih baik ke depan,” ujarnya.

Gibran berharap akan ada lebih banyak pabrik-pabrik yang memberikan sub-produksinya ke rutan ini agar warga binaan semakin produktif. Menurutnya, warga binaan sangat baik dalam memproduksi serta kulaitasnya juga terjaga dengan baik.

Tak sampai disitu, Gibran bahkan mendapat hadiah kaus yang disablon dengan gambarnya. Ia juga membeli dua buah lukisan yang bergambar Loji Gandrung dan satu lukisan bertemakan abstrak.

Kepala Rutan Kelas I Solo Urip Dharma Yoga menjelaskan, saat ini pihaknya bekerja sama dengan PT Amura Pratama dan BLK Surakarta dalam membekali warga binaan dengan keterampilan garmen.

Baca juga: Cerita Warsinah Mengais Rezeki dari Balik Jeruji, Bisnis Kue dan Rotinya Kini Banyak Peminat

“Sekarang ini kami sedang mengerjakan 3 ribu kaus kerah, 3 ribu kemeja dan 2500 celana kolor panjang. Semua pesanan dari Bandung dan Tangerang,” ungkapnya.

Urip menyebutkan, garmen tersebut melibatkan 50 narapidana yang sudah dilatih keterampilan menjahit. 10 di antaranya masih berstatus dalam masa pelatihan untuk menggantikan yang sudah bebas.

“Dengan adanya ini, warga binaan bisa produktif. Walaupun di rutan, warga dapat mendapatkan penghasilan karena ada persentase dari keuntungan yang kita berikan kepada mereka,” tandas Urip.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER