Tiga Ruang Kelas Rusak Parah, Siswa SDN 4 Prambatan Kidul Harus PTM di Musala

BETANEWS.ID, KUDUS – Setelah sekian lama tidak mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) akhirnya hari ini, Senin (30/8/2021) siswa di Kudus bisa merasakan kembali PTM. Namun, suasana berbeda dialami siswa SDN 4 Prambatan Kidul. Di Hari pertama sekolah, sebagian siswa harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di musala. Hal itu, akibat ruang kelas sekolah tersebut rusak parah.

Setidaknya ada tiga ruang kelas yang kondisinya sangat memprihatinkan. Yakni, atap ruang kelas di sekolah tersebut runtuh.

Siswa melihat kondisi ruang kelas yang atapnya runtuh. Foto: Nila Rustiyani. Foto: Nila Rustiyani.

Baca juga: Pantau PTM Hari Pertama, Ganjar Evaluasi Antrean Cuci Tangan

-Advertisement-

Kepala SDN 4 Prambatan Kidul Himawanto mengatakan, kondisi tersebut sudah terjadi sejak awal 2021. Sekitar bulan Februari, atap kelas 1 sekolah tersebut runtuh. Kemudian berselang beberapa pekan, terjadi hal yang sama di kelas 2 dan 3.

“PTM hari ini kita menggunakan 5 ruang. Yaitu ruang kelas 4, 5 dan 6. Termasuk ruang serbaguna di lantai atas dan musala. Kenapa dipindah, karena ruangan kelas kita masih roboh. Belum tahu kapan akan dibenahi,” kata Himawanto, Senin (30/8/2021).

Meski demikian, di dalam musala yang tidak terlalu besar itu, jarak antarsiswa diatur, sehingga tidak terlalu mepet. Walau lesehan, terlihat begitu antusias mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Terpaksa pakai ruang serba guna dan musala. Bisa dibilang seperti itu, karena memang tidak ada tempat lagi. Jadi yang di ruang serbaguna itu adalah siswa kelas 6 dan yang di musala kelas 3,” terangnya.

Menurutnya, untuk tetap mematuhi aturan terkait pelaksanaan PTM, pihaknya membuat sistem sift bagi siswa. Untuk kloter pertama, masuk pukul 07.00-09.00 WIB, selanjutnya pukul 09.30 hingga 11.30 WIB. Sedangkan untuk siswa, total ada 165 orang.

Himawanto juga menyampaikan, jika beberapa kali SDN 4 Prambatan Kidus telah didatangi anggota DPRD Kudus maupun pegawai dinas untuk melihat kondisi kerusakan sekolah tersebut. Namun, hingga sekarang belum ada kejelasan terkait perbaikan tiga ruang kelas yang roboh itu.

“Belum ada tanda-tanda ada bantuan-bantuan,” katanya.

Lanjutnya, sebelum tiga ruang kelas tersebut atapnya runtuh, pihaknya sudah sempat mengambil barang-barang yang sekiranya penting untuk diselamatkan. Sehingga, meski ruangan hancur parah, tidak ada kerugian yang berarti.

Baca juga : Akhirnya Bisa PTM, Siswa: ‘Senang Ketemu Teman, Sedih Nggak Bisa Belajar Sambil Rebahan’

“Memang kayunya sudah lapuk. Jadi mulai ada tanda-tanda mau roboh itu akhir Desember 2020. Sebelum roboh, barang-barang penting sudah diamankan. Tidak ada yang kena. Listrik juga sudah dipindahkan. Sudah kita antisipasi semuanya,” ungkapnya.

Meski dengan keadaan ruang kelas yang seadanya, salah seorang siswa, Madina Azzahra merasa senang bisa kembali bersekolah. Mengenakan seragam merah putih yang terlihat masih baru, ia sangat senang bisa belajar bersama guru dan teman-temannya.

“Tadi pelajarannya PPKn. Senang akhirnya bisa sekolah lagi,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER