BETANEWS.ID, KUDUS – Angka kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus terus mengalami penurunan. Mengaca pada 3 indikator yang digunakan dalam penentuan zonasi, Bupati Kudus HM Hartopo mengklaim, bahwa kini Kota Kretek sudah berstatus zona kuning.
Dari data terakhir yang dihimpun dari laman corona.kuduskab.co.id, kasus aktif Covid-19 di Kudus tersisa 61 orang. Bertambah 18 kasus baru di hari sebelumnya, dan 0 kasus orang yang menjalani perawatan di faskes maupun rumah sakit.
Baca juga : Kasus Covid di Kudus Terus Menurun, Tingkat Ketaatan Prokes Juga Disebut Ikut Turun
“Kita sendiri di kondisi yang landing ini, Kudus sudah masuk zona kuning,” kata Hartopo selepas memimpin upacara HUT RI ke-76 di halaman Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (17/8/2021).
Selain kasus aktif yang terus menurun, kasus kematian akibat virus Covid-19 di Kudus juga semakin sedikit. Katanya, hanya 1 hingga 2 orang setiap harinya, paling banyak 5 orang.
Meski demikian, dalam penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), Kudus kini masih masuk dalam level 3. Sebab untuk tracing dan testing Kabupaten Kudus masih belum mencapai target. Yakni 1.000 target tiap harinya.
“Memang kondisi seperti ini, kalau kita melakukan pemantauan PPKM Mikro, terutama di tingkat RT, kalau ada orang yang bergejala atau kontak erat, memang kita lakukan tracing dan testing. Target seribu itu kadang tidak terpenuhi. Untuk 3T (Testing, Tracing, Treatment) ini ada kendala, sehingga kita masih masuk level 3,” jelas Hartopo.
Untuk selanjutnya Hartopo akan gencar melakukan testing dan tracing secara random. Sebab, dari satu orang yang dites, tracing bisa dilakukan paling sedikit ke 15 orang.
Untuk sasaran ke depan, Hartopo akan memulainya dengan melakukan random testing dan tracing di kegiatan yang biasanya berkumpul banyak orang. Seperti hajatan, di mana saat ini sudah banyak hajatan yang dihelat. Akibat kondisi Kudus yang semakin membaik dan banyak pelonggaran.
Baca juga : Kasus Aktif Covid di Kudus Terus Menurun, Kini Tinggal 74
“Kita target nanti ke sana. Karena sudah banyak orang yang hajatan, orang yang berkegiatan. Kalau di situ nanti dianggap kurang normatif dan tidak memenuhi protokol kesehatan, kita langsung datangkan tenaga kesehatan untuk melakukan tes rapid antigen,” terangnya.
Untuk diketahui, pada hari Senin (16/8/2021), masih ada 61 kasus aktif Covid-19. 12 orang dirawat dan 49 orang lainnya sedang menjalani isolasi mandiri. Saat itu pula, 22 orang dinyatakan sembuh dan 1 orang meninggal akibat paparan virus covid-19.
Editor : Kholistiono

