Pekan Depan, Rencananya Kudus Sudah Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

BETANEWS.ID, KUDUS – Mulai pekan depan, rencananya Kudus sudah akan mulai melakukan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM). Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus mengatakan, ada 8 sekolah yang akan mulai simulasi. Namun, untuk jenjang sekolah, belum bisa diputuskan.

“Besok kita akan mulai rembug dengan teman-teman lainnya. Kita belum tahu sekolah mana saja. Nanti kita rembug bareng-bareng, akan serentak atau sebagian saja,” kata Kepala Disdikpora Kudus, Harjuno Widodo, Senin (17/8/2021).

Baca juga : Kebijakan Pusat dan Provinsi Beda, Pemkab Kudus Masih Bimbang untuk Gelar PTM

-Advertisement-

Harjuno berharap, pekan depan simulasi PTM ini bisa segera dimulai. Namun, hal itu perlu dibicarakan terlebih dahulu.

“Kalau saya berharapnya PTM bisa secepatnya dimulai. Mudah-mudahan zona di Kudus bisa hijau semua, dan pekan depan semoga bisa (PTM dimulai),” sambungnya.

Hal yang sama juga disampaikan Bupati Kudus HM Hartopo. Selepas memimpin Upacara HUT ke 76 RI di halaman Pendapa Kabupaten Kudus, pihaknya memberikan lampu hijau, bahwa PTM bisa segera dimulai, yang diawali dengan simulasi.

“Untuk sekolah tatap muka sendiri dari Inmendagri sudah membolehkan dengan kapasitas 50 persen. Tapi dari Ingub belum membolehkan, alasannya karena kasus covid di Jateng masih tinggi. Tapi kini kita beri kelonggaran untuk simulasi,” terang Hartopo.

Keputusan ini diambil selepas berkoordinasi dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Bahwa dalam rapat terakhir, Gubernur Jateng tersebut memberikan sinyal baik bagi wilayah zona hijau, diperbolehkan untuk mengadakan PTM.

Terlebih, kemarin kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Kudus di angka 61 kasus. Hal itu membuat Kudus kini berubah status menjadi zona kuning.

“Nanti kalau sudah benar-benar ada sinyal hijau, kita akan keluarkan surat edaran. Tapi kalau masih abu-abu, belum bisa,” sambung Hartopo.

Hartopo berpesan, saat melakukan simulasi PTM nantinya, semua kegiatan siswa harus terkoordinasi dengan baik. Mulai dari saat siswa masuk hingga saat belajar mengajar dimulai.

Terlebih bagi siswa TK, SD, dan SMP bisa diantar orang tuanya saat berangkat sekolah.

Baca juga : Ganjar Tetap Larang PTM di Daerah Level 3 dan 2 Meski Pusat Membolehkan

“Untuk kapasitas, ini kan simulasi, jadi secukupnya saja. Tapi kalau dari Inmendagri kapasitasnya harus 50 persen,” ucapnya.

Selain kelonggaran-kelonggaran bagi sekolah, orang nomor satu di Kudus tersebut juga memberikan lampu hijau bagi pelaku wisata. Bahwasanya, tempat wisata juga mulai diperbolehkan untuk simulasi pembukaan.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER