BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang wanita terlihat sedang memasukkan satu per satu bahan, mulai dari telur, gula, dan tepung terigu ke dalam satu wadah berukuran sedang. Setelah itu, ia mencampurkan bahan-bahan menjadi satu dengan menggunakan mixer. Ia adalah Ika Sriwahyuni (31) Pemilik Rumah Ara Coklat.
Ditemui dikediamannya yang berada di Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwunggu, Kabupaten Kudus, Ika sapaan akrabnya menjelaskan tentang bisnis yang baru ia geluti selama satu tahun ini.

Berawal karena adanya pandemi pada 2020, Ika sebagai Guru PAUD tidak mengajar untuk sementara waktu, karena pelajarannya melalui daring.
Baca juga: Kisah Anisa, Ibu Rumah Tangga yang Jalankan Bisnis Rumahan dengan Omzet Jutaan Rupiah
“Saya guru KB Seruni Karangampel Kaliwungu Kudus. Karena pelajaranya melalui daring, jadi saya buka usaha saja, untuk kegiatan di rumah,” jelasnya, Sabtu (17/7/2021).
Karena tidak ada kegiatan di rumah, akhirnya ia mencoba untuk membuat usaha kue seperti kue tart dan brownies.
Setelah satu tahun, Ika pun akhirnya mencoba olahan terbaru, agar produknya bisa lebih dilirik oleh masyarakat.
“Karena kue tart dan brownies banyak sekali yang jual, akhirnya saya mempunyai ide untuk membuat brownies batik, agar punya ciri khas,” ucapnya.
Dalam membuat bronies batik, waktu pertama mencoba, Ika mengatakan cukup kesulitan. Mulai dari lapisan batik browniesnya yang tidak mulus, dan lapisan batik yang tidak menyatu dengan lapisan kedua.
“Tetapi akhirnya setelah satu bulan, saya sudah punya komposisi yang pas,” ujar wanita berhijab itu.
Baca juga: Dipecat Karena Pandemi, Buyung Justru Dapat Berkah dari Berjualan Kue Gandos
Kemudian setelah banyak percobaan, dan sudah memberikan tester ke teman-teman terdekat. Akhirnya ia menjual produk barunya pada awal Juni.
“Setelah sudah dapat banyak masukan, akhirnya saya berani menjual brownies batik saya,” ucap Ika.
Selama satu bulan mengeluarkan inovasi brownies terbarunya, ia sudah menjual brownies batik sebanyak 50 kotak. Untuk pemesanananya, Ika masih melayani via WhatsApp 081919871000.
“Untuk omzet satu bulan ini masih Rp 1 juta, karena masih sebentar sih,” tukasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

