BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria tampak sedang duduk di teras sebuah rumah yang berada di Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Sambil memotong karung goni berwarna coklat menjadi kotak berukuran sedang, pria tersebut kemudian membuat pola di potongan karung itu, menjadi sebuah kerajinan.
Pria bernama Nunung (45), yang merupakan perajin karung goni dengan brand Gon-Ku tersebut menyampaikan, di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, ia berusaha untuk tetap berkreasi.
Baca juga : Kualitas Tak Diragukan, Peci Karung Goni Buatan Nunung Ini Tembus Pasar Mancanegara
Menurutnya, adanya PPKM Darurat yang diberlakukan oleh pemerintah, berdampak besar terhadap perajin atau UMKM. Sehingga, ia berusaha agar roda perekonomian tetap berjalan, maka ia mengajak perajin lain untuk bisa berkarya.
Dalam hal ini, ia memfasilitasi perajin lain untuk mengolah bahan limbah karung menjadi kerajinan. Sehingga, nantinya bisa menghasilkan rupiah.
“Karena saya punya komunitas, saya mengajak kolaborasi dengan teman-teman, agar ekonomi tetap bergerak, meski sedang PPKM,” ujarnya.
Untuk kreasi, dirinya membebaskan mereka untuk mengkreasikan bahan limbah karung goni menjadi apa saja.
“Jadi dalam kolaborasi ini, ada yang membuat pajangan kaligrafi, bantal goni, pajangan dinding, tempat tisu, dan masih banyak macamnya. Pokoknya saya memberikan bahan, mereka yang mengkreasikan,” jelas Nunung.
Baca juga : Awalnya Kerja Serabutan Demi Hidupi Keluarga, Kini Nunung Sukses Bisnis Peci Karung Goni
Untuk kolaborasi, ia tidak hanya mengajak teman-teman perajin dari Kudus saja, namun juga ada yang dari luar daerah.
Lanjutnya, untuk melihat kreasi dirinya dengan teman-temannya, Nunung menguploadnya ke media sosial Facebook. Sedangkan, bagi yang berminat dengan kerajinan dari bahan karung goni, bisa langsung menghubungi WhatsApp 081575203832.
Editor : Kholistiono

