Revitalisasi Rawa Pening Telah Mencapai 7,2 Hektare

BETANEWS.ID, SEMARANG – Berbagai persoalan yang dihadapi menyusul dilakukannya revitalisasi Danau Rawa Pening hingga hari ini berangsur-angsur mulai teratasi. Mulai dari kepemilikan tanah pada area sempadan-badan air yang bermasalah hingga gulma air eceng gondok yang tumbuh subur.

Wakapendam IV/Diponegoro Letkol Inf Muchlis Gasim mengatakan, berdasarkan berbagai kajian yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), danau Rawa Pening termasuk kritis dan perlu segera dilakukan penanganan lebih lanjut.

“Untuk itu, Kodam IV/Diponegoro dengan BBWS Pemali Juana telah sepakat untuk membuat Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam menangani berbagai persoalan tersebut terutama melakukan pembersihan gulma air,” jelasnya, Sabtu (17/7/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Studio Foto Legendaris di Kota Lama Ini Jadi Tempat Abadikan Cinta Sesaat ABK dan PSK

Menururtnya, Danau  Rawa Pening membentang di empat kecamatan yakni Kecamatan Ambarawa, Tuntang, Banyubiru, dan Bawen. Danau itu memiliki total luas badan air danau sekitar 2387 hektare, volume tampungan danau 48,15 juta m³ dan kedalaman antara 0,35 hingga 10 m.

“Dari luas tersebut eceng gondok yang terdapat pada badan air tercatat 507,63 hektare,” ujarnya.

Hal ini akan mengakibatkan sedimentasi sekitar 55 mm per tahun sehingga sangat berpengaruh terhadap pemanfaatan untuk irigasi, air baku, pembangkit listrik, dan juga pengendali banjir.

“Untuk itu, kami siap membantu penanganan Danau Rawa Pening dengan metode Swakelola Type II melalui penguatan pembinaan teritorial bertajuk,” katanya.

Dia mengaaggap, skedul pekerjaan sudah sesuai dengan PKS yang telah dirancang sedemikian rupa sehingga mengkaver semua solusi dari permasalahan yang ada.

“Mulai dari pekerjaan persiapan yang melibatkan seluruh stakeholder terkait, pemasangan patok batas sempadan dan badan air, pengambilan gulma air,” ucapnya.

Baca juga: Microlibrary Warak Kayu, Perpustakaan Unik dari Limbah Kayu yang Pernah Sabet Dua Penghargaan

Dia menambahkan, pekerjaan administrasi semua telah dirancang jadwal pelaksanaaannya oleh Kodam IV/Diponegorono dengan BBWS Pemali Juana hingga akhir Desember 2021.

“Untuk mencapai target itu, sebanyak 20 personel Yonzipur yang dibantu masyarakat sekitar beberapa waktu lalu diterjunkan untuk proses pembersihannya,” paparnya.

Sejauh ini, proses pengerjaan sudah mencapai 7,20 hektare. Beberapa alat berat seperti Exca Ponton Cat 320 sebanyak 3 unit, Exca Ponton sebanyak  8 unit, Exca Longarm sebanyak 1 unit dan Stoom/Perahu sebanyak 4 unit turut digunakan untuk percepatan.

“Saat ini proses pengerjaan telah mencapai 7,20 hektare. Revitalisasi ini juga dapat menyelamatkan beberapa ekosistem yang ada di danau guna menjaga kelestariannya agar kedepannya dapat menjadi ikon Jawa Tengah yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER