31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Nestapa Sektor Perhotelan: Lesu Sejak Pandemi, Makin Tercekik Kala PPKM Darurat

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali makin memukul sektor perhotelan di Kabupaten Kudus. Kondisi ini makin memperburuk pendapatan sektor tersebut yang sudah lesu sejak pandemi melanda Indonesia tahun lalu.

Sales Marketing Manager Hotel @Hom, Tika Encim (27) mengatakan, selama pandemi sektor yang paling terdampak adalah pariwisata dan perhotelan. Bahkan, kata dia, tingkat keterisian kamar di Hotel @Hom selama PPKM Darurat ini turun drastis.

“Selama pandemi dan dengan adanya PPKM Darurat ini bikin “mumet” sektor usaha perhotelan. Bagaiamana tidak pusing, dari 87 kamar yang ada di Hotel @Hom, yang terisi hanya 10 kamar per harinya. Untuk hari ini malah tidak ada 10 kamar,” ujar Tika kepada Betanews, Jumat (9/7/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Beberapa Hotel di Semarang Gulung Tikar, dari Sepi Pengunjung Hingga Tak Kuat Bayar Utang

Tika mengungkapkan, sebelum ada pandemi, tingkat keterisian kamar per harinya sangat bagus. Dari 87 kamar yang ada,  yang terisi bisa sampai 70 kamar. Namun, sejak pandemi tingkat keterisian turun drastis, jadi hanya 10 kamar saja setiap harinya.

“Pada masa menuju new normal, tingkat keterisian kamar di Hotel @Hom sempat naik jadi 50 kamar setiap harinya. Namun, sejak kasus Covid-19 melonjak paskalebaran, tingkat keterisian turun lagi. Ditambah ada kebijakan PPKM Mikro dan kemudian PPKM Darurat ini benar-benar mencekik sektor perhotelan,” bebernya.

Perempuan yang sudah bekerja selama enam tahun di Hotel @Hom itu menambahkan, Kabupaten Kudus yang merupakan Kota Bisnis, manjadi target pihak hotel untuk menjaring pebisnis yangd atang ke Kota Kretek. Mereka biasanya menginap pada Senin sampai Jumat. Sedangkan untuk akhir pekan didominasi keluarga.

“Karena para pebisnis atau perusahaan di Kudus banyak yang belum berani terima tamu. Serta kasus Covid-19 di Kudus yang melonjak, jadi orang lain daerah tidak berani berkunjung. Ya sudah tamu kami turun signifikan. Paling hanya tamu keluarga atau konsultan penting,” bebernya.

Baca juga: Imbas PPKM Darurat, Pendapatan Usaha Wedangan di Solo Terjun Bebas

Tidak hanya kamar yang minim keterisiannya, meeting room dan ballroom juga tidak ada pemesan sama sekali. Menurutnya, sebelum ada pandemi banyak acara yang diadakan di Hotel @Hom, seperti pernikahan, kegiatan pemerintahan, dan lain sebagainya.

“Hotel @Hom enam meeting room dan satu ballroom. Biasanya itu ramai dibooking pelanggan. Tapi saat ini sepi tak ada bookingan,” kata Tika.

Menurutnya, tingkat keterisian kamar yang hanya 10 persen, dan sepinya booking meeting room dan ballroom, tersebut sangat berpengaruh pada finansial perusahaan. Pihaknya pun harus berhemat, di antaranya nenekan biaya listrik atau saving energi. Kemudian pihaknya juga berusaha agar tamu hotel tidak beli makan di luar, tapi beli di Hotel @Hom.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER