Hasil Tani Padi Tak Sesuai Harapan, Tubel Raup Untung Jadi Penebas Mangga

BETANEWS.ID, KUDUS – Di satu halaman rumah Desa Jojo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus tampak dua pohon mangga dengan buahnya yang banyak. Di atas pohon dua orang sedang mengambil buah mangga dan memasukan ke dalam keranjang. Kedua orang tersebut adalah penebas yang tengah memanen buah mangga.

Di temui usai memanen mangga, Tubel Anggada (34), penebas buah mangga, mengatakan, saat ini ia dan tiga pekerjanya sedang memanen mangga yang dibeli secara borongan. Ia mengaku, menekuni pekerjaan jadi penebas atau bakul buah mangga sejak 2014. Hal itu ia pilih, karena terinspirasi dari beberapa tetangganya yang sukses jadi bos setelah jadi penebas mangga.

“Jujur, pekerjaan jadi bakul mangga ini memang terinspirasi dari tetangga saya yang terjun terlebih dulu jadi penebas mangga. Mereka kebanyakan sukses dan beberapa malah sudah jadi bos,” ujar pria yang akrab disapa Tubel kepada Betanews.id, Sabtu (26/6/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Tubel Anggada, Petani dari Welahan Punya Ratusan Pohon Mangga Tanpa Menanam

Pria yang tercatat sebagai warga Welahan, Kebupaten Jepara itu mengungkapkan, sebelum menekuni jadi bakul mangga, ia dulu seorang petani padi.

Namun, kata Tubel, selama tiga tahun bertani padi, hasil yang ia dapatkan tak sesuai harapan. Harga pupuk dan pestisida maupun fungisida mahal, sedangkan harga gabah saat panen selalu anjlok. Jadi tidak sesuai antara hasil panen dan biaya tanam serta perawatannya.

“Karena hasilnya tidak sesuai itulah saya cari usaha lain. Karena saya tertarik dengan usaha bakul mangga, kemudian saya mempelajarinya dan mantab menekuninya hingga sekarang,” bebernya.

Dia mengatakan, Bulan Juni ini mangga memasuki masa panen, dan biasanya sampai akhir Juli. Untuk memenuhi permintaan pelanggannya ia setiap hari keliling memanen mangga di Kudus yang sudah ia kontrak. Setiap hari setidaknya ia memananen lima pohon mangga. Dari lima pohon mangga itu biasanya ia bisa mendapatkan buah mangga sebanyak 78 peti.

Baca juga: Keliling Empat Kabupaten Gunakan Pikap, Penjual Tanaman Ini Sering Diserbu Pembeli

“Mangga yang saya panen ini nanti saya kemas dalam peti dan saya kasih merek. Perpeti biasanya berisi mangga sekitar 38 kilogram,” jelasnya.

Kemudian mangga tersebut ia kirim kepada pelanggannya yang ada di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Untuk harga, tururnya, musim panen ini mangga lagi murah, per peti harganya hanya Rp 400 ribu. Padahal saat harga sedang tinggi, harga mangga bisa sampai Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta perpeti.

“Sekarang ini harga mangga memang lagi murah. Namun begitu jadi penebas mangga masih tetap menguntungkan, dibanding jadi petani padi,” katanya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER