31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Keliling Empat Kabupaten Gunakan Pikap, Penjual Tanaman Ini Sering Diserbu Pembeli

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa tanaman terlihat tertata di atas mobil pikap di tepi Jalan Kudus-Purwodadi, Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Beberapa pembeli tampak memilih tanaman itu. Tampak pula seorang pria dengan ramah melayani mereka yang ingin membeli tanaman. Pria itu bernama Mahfud Setiawan (26), penjual tanaman keliling.

Sembari menata tanaman, pria yang akrab disapa Iwan itu bersedia berbagi cerita tentang usaha yang sedang ia jalani. Dia mengatakan, Awalnya diajak temannya. Pada 2019 lalu dia memberanikan diri memulai berjualan sendiri. Kini usaha penjualan tanaman yang digeluti bisa dibilang lumayan, minimal 20 tanaman bisa terjual sehari.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Kang Rus Bisa Jual Hingga 200 Degan Bakar Sehari

-Advertisement-

“Pandemi ini penjualan memang menurun. Tapi, Alhamdulillah masih bisa untuk menghidupi keluarga. Setiap hari tanaman ini bisa terjual minimal 20 pot,” beber Iwan kepada Betanews.id, Kamis, (17/6/2021).

Warga Desa Kajar RT 5 RW 1, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, itu menjelaskan, setiap hari menjajakan dagangannya dengan berkeliling dari Kudus, Pati, Jepara, dan Demak. Tanaman yang dibawanya pun beraneka macam, mulai dari tanaman hias hingga beraneka bibit buah mangga, parijotho, dan lainnya.

“Harga tanaman ini beragam, bunga mulai dari Rp 8 ribu sampai Rp 200 ribu. Sedangkan untuk harga bibit mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 6 juta, tergantung besar kecilnya tanaman,” ungkap bapak satu anak tersebut.

Selain dipasarkan secara keliling, Iwan juga mengaku memasarkan tanaman melalui media sosial Facebook di akun Mahfud Setiawan. Selain itu juga menerima pemesanan melalui WhatsApp di nomer 0857-9803-2599. Saat ini kebanyakan tanaman dan bibit yang diminati yakni bunga mawar, mangga, kasturi, dan parijotho.

Baca juga: Teh Jagad Probiotik Jualan Kastono Ini Jadi Buruan Warga yang Butuh Obat Berbagai Penyakit

“Parijotho ini saya ambil langsung dari malang, yang sudah disilangkan. Jadi misalkan ditanamkan di dataran rendah, ini masih bisa hidup. Tidak mengambil dari Colo, Kudus, karena jika ditanam di dataran rendah tidak bisa hidup,” paparnya.

Ia menambahkan, setiap menjual tanamannya, ia membawa kurang lebih 100 bibit hingga 200 bibit. Biasanya 25 persen tanaman yang dia bawa laku terjual. Jumlah tersebut terbilang menurun, karena sebelum pandemi biasanya separo tanaman bisa terjual.

“Harapan saya, semoga pandemi ini bisa cepat berlalu, agar ekonomi bisa lancar kembali normal,” harapnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER