Masker, jarum suntik, botol vaksin, tertuang dalam sebuah lukisan berlatar guratan warna merah dan hitam dalam media kanvas. Lukisan tersebut seolah hendak menggambarkan, betapa pilu kondisi yang dialami masyarakat dalam masa pandemi.
Abdul Chamim, adalah perupa yang menggoreskan tinta akrilik di atas kanvas lukisan tersebut. Dia memberi judul lukisannya itu, “Menandai Sebuah Zaman”. Kepada Betanews.id, dia tak menampik jika ada orang yang menafsirkan lukisan itu sebagai sebuah kengerian.
“Lukisan ini saya buat sebagai bukti sejarah bahwa hari ini, kita sedang porak-poranda akibat covid19. Sebuah karya yang lahir sebagai penanda Zaman bahwa kita pernah mengalami era yang sangat memprihatinkan dalam tatanan kesehatan, ekonomi, sosial maupun budaya,” tuturnya.
Pemilik Gentong Miring Art Gallery di Rembang itu mengatakan, lukisan yang dibuatnya berawal dari kegelisahan tentang vaksinasi, yang kini sedang gencar dilakukan. Menurutnya, vaksin membuat masyarakat menjadi dilema. Ada masyarakat yang takut untuk divaksin, namun untuk mendapat bantuan, mau tidak mau mereka harus melakukannya.
“Saya pernah baca ada informasi dari WHO vaksin diperkirakan masih terus berjalan hingga tahun 2025. Dan di lukisan itu saya tulis kode-kode vaksin yang sudah dipesan berbagai negara di tahun 2020,” terangnya, Rabu (23/6/2021).
Chamim mengatakan, lukisan yang dibuatnya itu bukan soal benar dan salah atas anggapan dan persepsi yang banyak muncul di tengah pandemi. Lukisan tersebut hanya ingin dia jadikan penanda zaman, bahwa pernah ada masa di mana masyarakat hidup dalam kepiluan.
Melalui lukisan itu, Chamim ingin mengetuk hati para dermawan, untuk berbagi kepada masyarakat yang menjadi korban Covid-19. Mereka yang kini melakukan isolasi, tidak bisa lagi bekerja, mereka butuh uluran tangan. Semua memang terdampak, tapi ada masyarakat yang memang butuh pertolongan,” ungkapnya.
“Ada yang jualan nasi bungkus juga sudah tidak jualan sepekan lebih. Banyak yang tidak bisa bekerja karena dikarantina. Oleh karena itu, saya bermaksud melelang lukisan saya sebagai tanda bahwa kita berada di dalam kapal yang sama. Bukan dalam skoci sendiri-sendiri,” katanya.
Hasil lelang lukisan itu nantinya akan diberikan kepada tetangga dan teman-temanya yang sedang dikarantina. Dia ingin membantu saudara-saudara yang terpapar Covid-19. Lelang dibuka dengan harga Rp 5 juta. Jika ada dermawan yang hendak mengikuti lelang, bisa menghubungi nomor 082135622370.
Editor: Suwoko

