BETANEWS.ID, KUDUS – Satu tenaga kesehatan di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus gugur terkonfirmasi positif Covid-19. Jenazahnya dilepas oleh keluarga dan rekan kerjanya di rumah sakit, Rabu (2/6/2021).
Diketahui, tenaga kesehatan yang gugur kali ini adalah seorang pramusaji yang sudah mengabdikan dirinya bekerja selama 7 tahun di RSUD dr. Loekmono Hadi. Teman kerja tak bisa menahan air matanya, saat jenazah dimasukkan ke dalam peti. Dengan mata sembab, sang suami mengantarnya ke peristirahatan terakhir.
Baca juga: Komisi D DPRD Kudus Sidak Penerapan Prokes di Pasar
Bupati Kudus Hartopo yang turut melepas jenazah mengatakan, meninggalnya nakes ini, adalah sebuah peringatan bagi warga Kabupaten Kudus bahwa covid-19 memang benar adanya. Sejauh ini sudah ada ratusan tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif covid-19.
“Nakes yang terpapar covid-19 ada 189 orang, ini ada yang meninggal satu, sekarang menjadi 188 orang. Mereka sedang menjalani perawatan, ada juga yang sedang menjalani isolasi mandiri, ” kata Hartopo.
Kasus pasien covid-19 di Kudus dikatakan Hartopo paling tinggi terjadi di hari sebelumnya. Di mana diketahui ada 32 jenazah yang dimakamkan dengan menggunakan protokoler kesehatan.
Hartopo kembali mengingatkan agar masyarakat Kudus tak abai dengan protokol kesehatan. Hal itu demi keselamatan bersama.
“Karena hal ini, pendisiplinan prokes harus dipertegas. Jogo Tonggo harus lebih diefektifkan, ” ungkapnya.
Bahkan demi menekan angka kasus covid-19 di Kudus, pihaknya melarang hajatan di desa yang berstatus zona merah. Sebab, hajatan dikatakan Hartopo bisa menjadi tempat penularan virus secara masif.
Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di Kudus Mulai Turun
“Aktivitas di mikro zonasi ditiadakan dulu. Tidak boleh ada orang luar yang masuk ke wilayah yang zona merah. Hajatan di zona merah ditiadakan dulu, tidak boleh,” terangnya.
Jika semua masyarakat di Kudus taat mematuhi protokol kesehatan yang disarankan, Hartopo yakin kasus penyebaran Covid-19 di Kudus akan melandai. Bahkan pihaknya menargetkan dalam pekan ini dengan adanya perpanjangan PPKM Mikro, kasus bisa melandai.
“Kini sudah mulai melandai, tapi tidak signifikan, ” tuturnya.
Hartopo menegaskan, apa yang terjadi di Kabupaten Kudus masih bisa tertangani. Dengan mengerahkan semua tenaga kesehatan yang ada dan dibarengi dengan masyarakat yang taat prokes, pihaknya yakin Kudus akan kembali baik-baik saja.
“Ini kalau semua masyarakat Kudus mengindahkan SOP dari pemerintah (menaati prokes) aku yakin covid-19 di Kudus akan melandai, ” tegasnya.
Editor: Suwoko

