Hasil Swab Hajatan yang Dihadiri Dewi Persik Negatif, Tracing Dihentikan

BETANEWS.ID, KUDUS – Hasil swab antigen yang dilakukan terhadap tujuh orang yang hadir dalam hajatan yang dihadiri Dewi Persik telah keluar. Hasil swab menunjukkan, tujuh orang tersebut dinyatakan negatif Covid-19. Pemerintah Kecamatan Kaliwungu, Kudus, menghentikan proses tracing.

“Alhamdulillah untuk hasil tes swab antigen hari ini negatif semua, jadi tidak ada swab PCR,” ujar Camat Kaliwungu, Satria Agus Himawan, Hari ini (26/5/2021).

Baca juga: Tujuh Orang yang Terlibat Dalam Hajatan yang Dihadiri Dewi Persik Diswab

-Advertisement-

Dia mengatakan, pihaknya akan menghentikan proses trancing kepada orang-orang yang terlibat dalam acara hajatan yang digelar pemililk hijab Ar-Raffi dan melibatkan artis ibu kota tersebut. Namun, jika ada perintah untuk melakukan tracing lebih luas, pihaknya akan memperluas tracing.

“Kalau nanti ada perintah untuk dilakukan tracing lebih luas, ya kami akan lakukan lagi,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, tuan rumah dan keluarga dari penyelenggara hajatan yang dihadiri Dewi Persik pada Sabtu (22/5/2021) lalu dilakukan tes swab antigen tadi siang. Tak hanya keluarga, karyawan yang terlibat dalam acara tersebut juga ikut diswab.

Saksikan video proses swab terhadap orang yang terlibat di acara hajatan yang dihadiri Dewi Persik

Baca juga: Kuasa Hukum: ‘Dewi Persik Tidak Dibayar, Karena Memang Murni Sebagai Tamu’

Sebelum acara hajatan itu dilaksanakan, Agus mengatakan, pihak keluarga penyelenggara hajatan sudah meminta izin terkait kegiatan tersebut. Setelah hari H pun, Agus sudah mengecek lagi ke lokasi untuk memastikan, bahwa kegiatannya sesuai dengan aturan pemerintah.

Agus berharap kepada warga untuk berterusterang dan jujur apabila akan mengadakan kegiatan hajatan. Berapa yang diundang, siapa yang diundang dan apa saja acaranya, harus dilaporkan secara transparan.

Baca juga: Dewi Persik Goyang Kudus, Hartopo Minta Kapolres Segera Tangani

” Untuk saat ini kami tidak memperbolehkan hajatan dengan hiburan apapun, dan untuk makan tidak diperbolehkan untuk makan di tempat, baik itu prasmanan ataupun diantar. Kami juga meminta untuk mengurangi kerumunan serta melaksanakan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER