Muncul Klaster Lebaran, Kasus Covid-19 di Kudus Melonjak Hingga 400%

BETANEWS.ID, KUDUSKasus Covid-19 di Kudus mengalami lonjakan drastis sejak Lebaran lalu. Bahkan, munculnya klaster Lebaran membuat angka kasus terus meningkat, dan saat ini penambahan kasus bisa mencapai hingga 400 persen.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kudus Hartopo usai meninjau ruang isolasi di RSUD dr Loekmonohadi, Jumat (21/5/2021). Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga kesehatan dan ketersediaan peralatan penunjang.

“Saya telah menginstruksikan agar ditambah ruang isolasi, baik untuk rumah sakit di lini satu, lini dua maupun lini tiga. Tadi saya melihat sudah ada penambahan kapasitas ruang isolasi yang kini menjadi 91 kamar,” ujar Hartopo kepada wartawan.

-Advertisement-

Dia mengungkapkan, penambahan kasus Covid-19 di Kudus terus meningkat sejak Lebaran sepekan lalu. Peningkatan kasus saat Lebaran mencapai 150 persen. Jumlah kasus terus meningkat, dan saat ini bisa mencapai 400 persen.

Baca juga: Setelah Lebaran Kasus Covid-19 di Kudus Melonjak, Hartopo: ‘Akibat Liburan ke Luar Daerah’

Berdasarkan data yang tercantum di situs resmi Pemerintah Kabupaten Kudus, penambahan kasus Covid-19 pada Kamis (20/5/2021) yang di-update pukul 20.00 WIB, ada 307 kasus Covid-19. Sebanyak 137 pasien dirawat di rumah sakit, dan sisanya melakukan isolasi mandiri.

Menurutnya, peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Kudus akibat adanya klaster Lebaran. Masyarakat dianggap abai terhadap protokol kesehatan (prokes) saat bersilaturahmi.

“Sebelumnya kami telah mengimbau agar masyarakat tidak usah bersilaturahmi ke sanak famili saat Lebaran. Kan bisa diganti dengan telepon atau video call,” tuturnya.

Lebih lanjut, Hartopo menyatakan, potensi penyebaran virus terjadi karena interaksi saat bersilaturahmi. Karena merasa rumah steril, akhirnya protokol kesehatan diabaikan.

Baca juga: Komisi D DPRD Kudus Minta Tak Ada Diskriminasi Terkait Vaksinasi Tenaga Pendidik

“Ketika menerima tamu dan hidangan disuguhkan, secara tidak sadar kita makan dan minum sambil ngobrol bersama dengan tidak mentaati protokol kesehatan seperti lepas masker, tidak menjaga jarak,” katanya.

Dia meminta kepada masyarakat untuk terus menjaga protokol kesehatan, dengan tetap memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Protokol kesehatan mutlak harus dilakukan meski telah dilakukan vaksinasi, karena vaksin tidak menjamin seseorang terhindar dari penularan.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER