BETANEWS.ID, KUDUS – Kasus Positif Covid-19 di kabupaten Kudus melonjak setelah lebaran. Data Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Rabu (19/5/2021), ada 260 warga yang terkonfirmasi terpapar Covid-19. Rinciannya, 123 menjalani perawatan di beberapa rumah sakit dan fasilitas kesehatan, dan 137 lainnya menjalani isolasi mandiri.
Lonjakan kasus paling tinggi terjadi, Rabu (19/5/2021) malam dengan tambahan 79 kasus baru, dengan rincian 20 kasus dari Kecamatan Jati, 19 kasus Kecamatan Kudus, 3 dari Jekulo, 8 dari Kaliwungu, 5 dari Bae, 2 dari Dawe, 3 dari Gebog, dan 17 dari Mejobo.
“Data terakhir secara keseluruhan sudah ada 6.256 warga Kudus yang terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Badai, Rabu (19/5/2021).
Baca juga: Komisi D DPRD Kudus Minta Tak Ada Diskriminasi Terkait Vaksinasi Tenaga Pendidik
Dengan adanya lonjakan kasus ini, Bupati Kudus HM Hartopo pun langsung mengintruksikan kepada DKK untuk segera turun ke lapangan mencari tahu penyebab melonjaknya kasus ini.
“Melihat kondisi saat ini Covid-19 sedang naik signifikan. Jadi DKK tadi kita hubungi supaya turun tangan ke bawah, terkait penyebaran virus covid di Kudus ini bisa sangat luar biasa. Harus ada kajian supaya bisa menangani dengan baik,” kata Hartopo saat ditemui di depan Command Center Diskominfo Kudus, Kamis (20/5/2021).
Sebagai kajian awal, Hartopo menyebut meroketnya kasus ini dikarenakan banyak warga Kudus yang memilih berlibur ke luar daerah, ketika tempat wisata di Kudus tutup saat libur lebaran. Hal ini yang menyebabkan virus dengan masif menyebar. Di mana mereka yang berlibur, saat kembali membawa virus dan tersebar ke orang-orang terdekat.
Baca juga: Penderita Covid-19 di Semarang Didominasi Laki-laki, Ini Sebabnya
“Ini kajian awal kita. Makanya DKK kita suruh untuk mengkaji penyebabnya. Kalau sudah ada kajian, akan segera kita tindak lanjuti,” ungkap Hartopo.
Kerena hal ini pula, Hartopo meminta kepada beberapa rumah sakit yang sebelumnya menutup ruang isolasi covid, untuk membuka kembali ruangan-ruangan tersebut.
“Kami mengintruksikan ruang isolasi dibuka kembali, setelah sebelumnya ditutup karena ada penurunan kasus,” tandas Hartopo.
Editor: Ahmad Muhlisin

