31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Kisah Jatuh Bangun Jenang Karomah, Pernah Terlilit Utang Hingga Aset Nyaris Disita

BETANEWS.ID, KUDUS – Hawa panas mengiringi aktivitas sejumlah orang di tempat produksi Jenang Karomah yang berada di Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Tampak seorang perempuan sedang mengawasi proses produksi di sana. Ia adalah Masfu’ah Enty Aliyah, Owner Jenang Karomah Kudus. Sambil mengecek adonan jenang, dirinya sudi berbagi cerita kepada betanews.id tentang usaha yang dirintis sejak tahun 1995 itu.

Meski saat ini Jenang Karomah sudah berkembang, ia mengaku pernah berada di posisi sulit terlilit utang. Karena terlambat 10 hari, pihaknya dikenakan bunga Rp 10 juta dengan jumlah utang Rp 100 juta. Selain itu, aset Jenang Karomah juga nyaris disita.

Beberapa pekerja sedang melakukan pembungkusan produk dari Jenang Karomah Kudus. Foto: Ahmad Rosyidi

Baca juga : Jenang Karomah Aneka Rasa yang Kenyal dan Empuk Ini Tak Pernah Sepi Pembeli

-Advertisement-

“Pada tahun 2011, kami mempunyai tanggungan utang Rp 100 juta. Karena kondisi usaha sedang menurun, jadi telat bayar 10 hari, kena denda sebesar Rp 10 juta. Sepertinya mereka memang mengincar aset kami, jadi mau disita,” beber perempuan yang akrab disapa Masfu’ah itu.

Akhirnya ada relasi yang bekerja di Pegadaian yang membantu Masfu’ah. Tak butuh waktu lama, hanya dalam satu hari uang yang dibutuhkan sudah ada untuk menutup utangnya. Menurut Masfu’ah, Pegadain memiliki peran penting bagi Jenang Karomah.

“Kami sangat terbantu waktu itu, dengan pelayanan cepat dan tepat akhirnya aset kami tidak jadi disita. Dan hingga saat ini kami masih menjadi nasabah pegadaian,” ungkapnya beberapa waktu yang lalu saat ditemui di rumahnya.

Masfu’ah melanjutkan, bahwa dirinya merupakan generasi ke dua. Ia dan suaminya Zaenal Arifin melanjutkan usaha orang tuanya, yakni Bapak Dahwan dan Ibu Mastuni yang sudah merintis usaha produksi jenang sejak tahun 1973.

“Awalnya dengan nama Jenang Muria, sejak tahun 1973. Kemudian setelah mendapat izin dari orang tua untuk memegang dan mengelola usaha sendiri, saya dan suami sepakat untuk membuat merek hasil olahan jenang, mereknya Jenang Karomah di tahun 1995,” jelas ibu tiga anak itu.

Saat merintis dengan nama Jenang Karomah, mereka dibantu dua karyawan, satu bagian aduk dan satunya lagi bagian pengemasan. Sedangkan untuk pemasaran, Masfu’ah dan suami.

Baca juga : Produksi Jenang Kudus Banyak yang Pakai Kayu Bakar, Ternyata Ini Alasannya

Seiring berjalannya waktu, saat ini jumlah karyawan Jenang Karomah ada sekitar 25 hingga 30 orang. Jenang Karomah terus berkembang dengan melakukan inovasi menambah varian rasa.

“Dalam menjalankan usaha pasti mengalami jatuh bangun dan masa sulit, hal itu sudah biasa terjadi. Tinggal bagaimana kita bertahan di masa sulit, nanti akan datang masa di mana semua menjadi lebih baik,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER