BETANEWS,ID, KUDUS – Seorang pria terlihat telaten mengaduk adonan berwarna cokelat di dalam wajan besar, di sebuah rumah Jalan Sosrokartono, Desa Kaliputu, Kecamatan Kudus, Kabupaten Kudus. Sesekali ia terlihat memasukkan kayu ke dalam tungku yang berada di bawah wajan itu. Setelah dianggap matang, ia kemudian mengangkat dan menuangkannya ke dalam wadah. kegiatan tersebut merupakan proses akhir pembuatan jenang di Jenang Karomah.
Menurut Pemilik Jenang Karomah, Masfuah, alasan banyak produsen jenang menggunakan kayu bakar lantaran rasanya akan terasa lebih sedap daripada menggunakan kompor gas.

“Sebenarnya pakai kompor bisa, tetapi lebih enak menggunakan kayu bakar. Suhu panasnya juga lebih baik menggunakan kayu bakar, karena kalau sudah kental yang dibutuhkan hanya suhu hangatnya saja,” jelasnya, Senin (01/02/2021).
Baca juga: Jenang Karomah Aneka Rasa yang Kenyal dan Empuk Ini Tak Pernah Sepi Pembeli
Meski dalam bahan bakar Masfuah masih menggunakan bahan bakar tradisional, tetapi untuk proses pengadukannya, kini produksi Jenang Karomah menggunakan dua cara yaitu dengan cara tradisional dan menggunakan mesin pengaduk.
Dalam pembuatan secara tradisional Masfuah mengatakan hanya bisa menampung 35 kilogram saja, sedangkan untuk mesin bisa menampung hingga 105 kilogram adonan jenang.
Lalu agar produk jenangnya selalu fresh, Masfuah selalu membuatnya secara berkala, jadi jika stok mulai habis ia akan memproduksi jenang lagi. Untuk pembuatan jenang di masa pandemi, Masfuah hanya memproduksi 2 kuintal adonan perhari nya.
“Untuk produksi kita memasak setiap hari, tetapi dengan jumlah sedikit karena mengingat sekarang sedang pandemi,” katanya di toko yang buka mulai pukul 8.00 WIB hingga 21.00 WIB itu.
Masfuah menjelaskan, awalnya Jenang Karomah merupakan bisnis keluarga suaminya yang didirikan pada tahun 1970an. Lalu, setelah mertua Masfuah meninggal, bisnis jenang ini dilanjutkan oleh Masfuah dan suami pada tahun 1995.
Baca juga: Demi Bakti pada Ibu, Semangat Ali Membesarkan Jenang Armina Kini Membuahkan Hasil
“Dulu waktu dikelola mertua saya namanya Jenang Muria, lalu setelah saya kelola dengan suami, kami ubah menjadi Jenang Karomah,” jelas Masfuah.
Ia mengakui, yang membuat Jenang Karomah bisa eksis sampai saat ini, karena ia selalu menggunakan resep yang sudah digunakan sejak dahulu. Lalu keunggulan lainnya dalam pembuatan Jenang Karomah, Masfuah selalu menggunakan bahan-bahan nomor satu agar menghasilkan rasa yang nomor satu juga.
“Karena memggunakan bahan nomor satu, banyak pelangan yang menyukai Jenang Karomah kerena mempunyai tekstur kenyal dan empuk,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

