31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Bupati Kudus Minta Segala Kegiatan yang Berpotensi Timbulkan Kerumunan Ditiadakan

BETANEWS.ID, KUDUS – Bupati Kudus HM Hartopo memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2021 dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah di Halaman Mapolres Kudus, Rabu (5/5/2021).

Pada kesempatan itu, Bupati Kudus menyampaikan, bahwa pemerintah pusat telah mengambil kebijakan larangan mudik mulai 6-17 Mei 2021. Untuk mengawal kebijakan tersebut, pemerintah daerah melakukan upaya promotif dan preventif bersama Polres Kudus sebagai leading sector Operasi Ketupat Candi.

Baca juga : Pemkab Kudus Siapkan Langkah Antisipasi Pemudik

-Advertisement-

Katanya, penyekatan akses masuk wilayah Kabupaten Kudus mulai diterapkan, untuk mengantisipasi pemudik dari luar daerah.

“Kebijakan larangan mudik diambil dengan pertimbangan matang pemerintah pusat. Apabila tidak ada larangan mudik, maka akan terjadi gelombang mudik. Walaupun begitu, kami lakukan antisipasi pemudik,” tuturnya.

Hartopo menilai pelaksanaan Operasi Ketupat Candi merupakan langkah tepat dalam menekan angka penyebaran Covid-19 menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pihaknya tidak ingin kejadian lonjakan kasus Covid-19 pada Lebaran tahun lalu terulang kembali.

Untuk itu, ia menginstruksikan seluruh instansi supaya mampu bersinergi dalam memperketat penegakan protokol kesehatan di titik yang berpotensi terjadi kerumunan.

“Tujuan operasi ini agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman serta terhindar dari penularan Covid-19. Kami juga akan antisipasi pada titik yang berpotensi terjadi keramaian, seperti halnya destinasi wisata,” jelasnya.

Baca juga : Halau Pemudik Masuk Kudus, Hartopo Akan Kembali Berlakukan Operasi Yustisi

Bupati mengimbau, segala bentuk kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan dapat ditiadakan. Kegiatan seperti takbir keliling diminta tidak dilakukan. Takbir bisa dilakukan di masjid atau musala. Imbauan tegas dan sanksi administrasi dapat diberikan kepada masyarakat yang melanggar.

Hartopo juga berpesan kepada masyarakat untuk mengoptimalkan penerapan Jogo Tonggo. Sebab, hal tersebut turut mendukung penerapan 3T (tracing, testing dan treatment), dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER