31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Halau Pemudik Masuk Kudus, Hartopo Akan Kembali Berlakukan Operasi Yustisi

BETANEWS.ID, KUDUS – Demi menghalau kedatangan pemudik dari luar Kabupaten Kudus, Bupati HM Hartopo akan kembali memberlakukan operasi yustisi. Untuk anggarannya, operasi yustisi ini bisa menggunakan dana penanganan Covid-19. Yang terpenting kegiatan ini bisa segera dilaksanakan.

“Mengaca dari tahun kemarin, setelah ditinggal mudik malah meninggalkan kasus Covid-19 yang sangat luar biasa. Kita mulai siapkan semua, akan kita berlakukan lagi operasi yustisi,” kata Hartopo selepas rapat pimpinan di gedung Kesekretriatan Daerah (Setda) Kudus lantai 4, Kamis (29/4/2021).

Bagi yang niat mudik, Hartopo meminta agar merekamemilih bersilaturrahmi dengan keluarga maupun saudara, lewat video call saja. Tanpa harus keluar daerah, atau tetap di rumah saja.

-Advertisement-

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kudus Disebut Cenderung Naik, Uji Coba PTM Tahap Dua Ditunda

Sementara itu, apabila ada orang yang nekat mudik ke Kudus, Hartopo meminta agar Kampung Siaga yang diinisiasi oleh Polres Kudus, bisa diaktifkan kembali. Di mana setiap pos PPKM harus memiliki kesiapan sebagai kampung siaga. Begitupun di RT maupun RW, penjagaan harus benar-benar diefektifkan.

Selain itu, lanjut dia, kepala desa maupun Lurah harus berkoordinasi dengan puskesmas terdekat. Ini sebagai antisipasi apabila ada pemudik yang datang bisa langsung di tes dan diskrining.

“Kalau nanti setelah diskrining hasilnya positif, harus ditindaklanjuti. Kita bawa ke tempat isolasi terpusat,” tegas Hartopo.

Hal lain yang menjadi kekhawatiran oleh Bupati Kudus ini adalah terkait ketersediaan tes rapid antigen. Apalagi, jika banyak orang yang nekat mudik, hal pertama yang akan dilakukan adalah tes rapid antigen.

Barangkali jika pemerintah pusat memberikan kemudahan, pihaknya berharap mendapatkan dropping tambahan alat tes rapid antigen untuk Kabupaten Kudus.

Baca juga: Polres Kudus Siapkan 266 Personel untuk Pantau Pemudik

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Badai Ismoyo mengungkapkan, alat rapid tes antigen di Kabupaten Kudus sendiri masih mencukupi, tapi hanya untuk testing atau tracing reguler.

“Tapi kalau nanti ada ledakan pemudik, ini perlu kami hitung kembali,” katanya.

Dalam melakukan tracing dan testing pemudik, DKK akan bekerja sama dengan pihak Jogo Tonggo di masing-masing desa maupun kelurahan Kudus.

“Untuk tempat-tempat testing rapid antigen, sudah kita maping. Skrining dan lainnya kita lakukan dengan pola yang diinginkan satgas Jogo Tonggo. Dan apabila ada yang positif, kita siapkan karantina nanti di Rusunawa,” tuntas Badai.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER