31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Cerita Sahlan, Jauh-Jauh Datang dari NTB Demi Bisa Ikut Ngaji Pasaran di PSKQ Modern

BETANEWS.ID, KUDUS – Sahlan Hadaini (31) tampak dengan tekun menganvaskan tinta pada selembar kertas putih di Pondok Pesantren Seni Kaligrafi Quran (PSKQ) Modern di Desa Undaan Lor, Gang 3, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Sesekali ia mendengarkan dan menirukan bentuk-bentuk khat yang ditulis di papan tulis oleh seorang pengajar. Bersama dengan puluhan santri lainnya, sore itu mereka sedang belajar salah satu khat dalam seni kaligrafi Islam.

Ditemui setelah mengikuti kelas sore, pria asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu mengaku baru pertama kali mengikuti kelas kaligrafi di PSKQ Modern. Ia mengetahui adanya ngaji pasaran itu dari media sosial Facebook.

Dua orang santri saat mengikuti kelas kaligrafi di PSKQ Modern. Foto: Kartika Wulandari.

Sahlan mengaku tiba di Kudus dua hari sebelum Ramadan dengan naik pesawat. Menurutnya, PSKQ merupakan tempat yang baik untuk belajar tentang kaligrafi secara detail.

-Advertisement-

Baca juga: Mencari Keberkahan Ilmu Lewat Ngaji Posonan di Ponpes Darul Falah Kudus

“Di rumah, saya juga seorang seniman kaligrafi, jadi di sini memang saya niatkan untuk belajar kaligrafi lebih dalam lagi. Karena menurut saya PSKQ memang tempat yang paling komplet untuk mempelajari kaligrafi,” jelasnya, Senin (26/04/2021).

 Sahlan bukanlah orang luar Jawa satu-satunya yang ikut ngaji posonan di PSKQ. Menurut salah satu ustad di sana, Elfin Muhammad Iqbal (21), peserta kelas kaligrafi saat Ramadan ini ada juga yang dari Riau, Lampung, Kalimantan, Sulawesi, dan beberapa daerah di Jawa, seperti Demak, Lumajang, Yogyakarta, dan masih banyak lagi.

“Ngaji Pasaran ini sudah dimulai sejak 13 April hingga 5 Mei mendatang dengan peserta 50 orang putra dan putri,” bebernya.

Kelas Pasaran merupakan kelas yang diadakan oleh Pengasuh PSKQ, Muhammad Assyri sejak 2016. Tujuan adanya kelas ini  karena dirinya mendapatkan perintah untuk mengembangkan kaligrafi dan Alquran oleh Habib Luthfi pada 2003.

Dalam kelas Pasaran, PSKQ menerima semua santri, mulai dari kalangan ekonomi lemah hingga berada. Yang membuatnya jadi spesial, karena Ngaji Pasaran ini gratis.

“Di kelas ini, santri mendapatkan banyak ilmu dan wawasan, antaranya ilmu kesenian, mengaji, kaligrafi, melukis, belajar multimedia, dan entrepreneurship,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER