BETANEWS.ID, SEMARANG – Angkringan Kampung Jawi terlihat cukup ramai sore itu. Di beberapa stan kuliner, beberapa orang tampak antre mendapatkan makanan berbuka yang diinginkan. Di bagian lain, sebagian pengunjung tampak mengabadikan diri berlatar belakang suasana pedesaan yang jadi salah satu jualan utama tempat itu.
Pusat kuliner jaman dulu (jadul) yang berada di Kecamatan Gunungpati, Kabupaten Semarang ini memang menjadi tempat favorit untuk berburu takjil. Suasana ala pedesaan membuat tempat ini mempunyai kesan yang berbeda saat menikmati kuliner.

Pengelola Kampung Jawi, Siswanto mengatakan, semua kuliner yang ada di tempat tersebut bisa dinikmati mulai 17.00 WIB dan tutup pukul 22.00 WIB. Namun, uang rupiah tidak akan laku di sini.
“Pengunjung harus menukarkan uang rupiah ke uang kepeng. Satu kepengnya sebanding dengan uang Rp 3 ribu,” jelasnya di lokasi, Selasa (20/4/2021).
Baca juga: Berburu Takjil Bubur India Khas ala Masjid Pekojan Semarang
Menurutnya, Setiap menjelang berbuka, banyak dari komunitas atau warga luar daerah sengaja datang ke Kampung Jawi untuk berbuka puasa. “Masakan di sini bernuansa Jawa semua,” ucapnya.
Seluruh makanan yang di angkringan tersebut, lanjut dia, dilarang dijual dengan harga di atas Rp 10 ribu. Hal itu penting agar pengunjung bisa menikmati makanan lain di Angkringan Kampung Jawi.
“Semua makanan, di bawah Rp 10 ribu, jadi ramah di kantong,” imbuhnya.
Salah satu pengunjung dari Kendal, Ahmad mengaku ketagihan dengan kuliner di Angkringan Kampung Jawi. Menurunya, angkringan tersebut cukup unik. Selain itu, makanannya juga khas ala pedesaan.
“Kalau makan di sini itu unik. Makanannya bikin ketagihan. Di sini juga bagus jika digunakan untuk berselfie. Cocok untuk anak muda,” ujarnya.
Baca juga: Grand Candi Hotel Semarang Tawarkan Paket Buka Puasa Sepuasnya
Dia datang ke Angkringan Pinggir Kali tak sendirian, Ahmad datang mengajak tiga temannya dari Kendal untuk ngabuburit di angkringan tersebut.
“Kita dari Kendal memang sengaja mau ngabuburit ke sini,” ujarnya.
Meski dari luar kota, sejak pertama Ramadan hingga saat ini dia sudah berkunjung ke Angkringan Kampung Jawi sebanyak dua kali. Dia merasa kangen dan ketagihan ingin menikmati suasana ngabuburit di Kampung Jawi.
“Konsep adat Jawa baik makanan maupun tempatnya unik,” tandas Ahmad
Editor: Ahmad Muhlisin

