
Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, hingga saat ini terkenal sebagai besi dan produk logam. Hal tersebut bisa dilihat dari hasil karya yang sudah dipasarkan ke beberapa daerah hingga luar negeri. Produk yang dihasilkan berupa pisau, sabit, bendi, cangkul, dan lain sebagainya. Saat ini beberapa pandai besi sudah menggunakan alat modern sehingga pekerjaan lebih ringan dan cepat.
Siswandi (36), adalah satu di antara pandai besi di Bareng yang telah menggunakan alat modern. Kepada Tim Liputan Khusus Betanews.id mengungkapkan, dirinya sudah 10 tahun menggeluti usaha sebagai pandai besai. Dalam empat bulan terakhir ini dia menggunakan alat modern. Menurutnya, kelebihan dari alat modern tersebut lebih ringan dan juga cepat.
“Kalau untuk alat modern ini saya mulai pakai selama empat bulan terakhir. Keunggulannya, pekerjaan menjadi lebih ringan dan cepat. Sedangkan untuk hasil, kualitas sama seperti manual, tetapi dengan alat modern ini, lebih menghemat waktu dan cepat dapat banyak,” ujar Siswadi kepada Tim Lipsus Betanews.id, Senin (12/4/2021).
“Perbandingannya, yang dulu menggunakan alat manual sehari bisa menghasilkan dua kodi pisau. Sekarang, dengan menggunakan alat modern ini bisa menghasilkan tiga sampai empat kodi sehari
Siswandi, Pandai Besi Bareng
Dilihat dari perbandingan hasil karya antara manual dan alat modern, katanya, mengalami perbandingan 50 persen lebih banyak dari hasil manual. Dirinya menggunakan alat tersebut lantaran meniru design dari YouTube dan memesan ke temannya.
“Perbandingannya, yang dulu menggunakan alat manual sehari bisa menghasilkan dua kodi pisau. Sekarang, dengan menggunakan alat modern ini bisa menghasilkan tiga sampai empat kodi sehari,” ungkap pria yang akrab disapa Andi tersebut.
Andi mengungkapkan, untuk bisa menggunakan alat modern, bahan yang digunakan tidak dibakar. Menurutnya, bahan yang dibakar terlebih dahulu itu harus menggunakan alat manual yang biasanya menggunakan bahan baja dari per. Untuk alat modern tersebut bahan dari plat besi dan bahan tanpa dibakar.
“Kalau bicara tentang kualitas, antara alat modern dan manual, tidak jauh berbeda. Namun, tergantung dari setiap tangan. Kadang, hasil kan ada yang tidak rata, dan itu harus diratakan,” kata Andi di rumah produksinya Desa Hadipolo RT 4 RW 1, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus itu.
Pemasaran yang dilakukan Andi, langsung diambil atau diantarkan ke pengepul daerah Kudus dan Demak. Hampir setiap hari selalu dibawa pengepul, untuk dipasarkan ke masyarakat luas. Tidak hanya alat pande yang modern, Andi juga menggunakan alat penajaman modern yakni dengan gerinda.
“Ya setiap hari langsung dibawa bakul berapapun hasil pande ini. Misal, sehari dapat dua kodi atau tiga kodi diambil semua,” jelasnya.
Ketua UMKM logam Kudus, Muhammad Sahri Baedlowi mengatakan, dari 300 perajin logam di Bareng memang sebagin sudah menggunakan alat modern. Sebab lebih cepat dan hasilnya lebih banyak. Kalau kualitas masih tetap sama.
“Kualitas sama antara alat manual dan modern. Namun dari segi hasil, perbedaannya sangat signifikan. karena bisa hasil bisa lebih banyak,” tandasnya.
Tim Liputan: Ahmad Rosyidi, Rabu Sipan, Kaerul Umam (Reporter, Videografer). Suwoko (Editor Berita). Andi Sugiarto (Editor Video). Kholistiono, Ahmad Muhlisin, Lisa Mayna, Suwoko (Translator).






