Isi Kegiatan Ngabuburit dengan Belajar Tabulampot di Sini, Gratis Lagi

BETANEWS.ID, KUDUS – Banyak cara yang dilakukan untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa. Salah satunya yakni belajar menanam buah di dalam pot (tabulampot).

Seperti halnya yang ditawarkan oleh Kampoeng Agro Edukasi Muria, yang berada di Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Di tempat ini, warga bisa belajar untuk menanam dengan sistem tabulampot.

Hakim saat akan menanam buah dalam pot. Foto: Kartika Wulandari

Baca juga : Petani di Kudus Kembangkan Melon Korea Secara Hidroponik, Setahun Bisa Panen Lima Kali

-Advertisement-

Muhammad Nurul Hakim, Owner Kampoeng Agro Edukasi Muria menyebut, ia ingin membagikan ilmu yang dimilikinya, khususnya terkait dengan cara menanam dengan teknik tabulampot.

“Karena saya ada ilmu, saya ingin mengajak masyarakat di sini yang tertarik tentang tanaman saya ajari gratis, karena saya ingin Desa Lau ini punya ikon khusus,” jelasnya.

Ia katakan, jika ingin ada yang mau belajar tentang tabulampot, tidak dikenakan biaya sama sekali. Cukup membawa bibit sendiri, atau jika tidak punya bisa disediakan.

“Kalau ada yang mau belajar langsung ke sini aja, bawa bibit dan bahan-bahanya nanti saya ajari gratis. Tetapi jika tidak punya bahan dan bibitnya, langsung ke sini juga bisa, nanti praktik dengan tumbuhan yang sudah ada di sini,” jelasnya.

Ia katakan, tabulampot sendiri mempunyai konsep seperti halnya bonsai. Jadi tanaman buah bisa berkembang di sebuah pot tetapi pertumbuhannya terbatas. Untuk membatasi pertumbuhan pohon, setiap akar yang sudah panjang sesekali harus dipotong.

Tabulampot ini cocok sekali untuk masyarakat perkotaan yang tidak punya lahan, tetapi ingin mempunyai tanaman buah.

Baca juga : Kampoeng Agroedukasi Muria Tawarkan Belajar Cara Bertanam di Dalam Pot

Kini, Hakim sudah mempunyai banyak sekali koleksi tanaman buah. Antaranya, mangga irwin ungu Australia, mangga red ivori, mangga Thailand, alpukat mentega, alpukat miki, jambu madu deli hijau, delima, anggur dan masih banyak jenis buah lainya.

Untuk saat ini, Hakim mengaku sudah banyak teman dan masyarakat yang sudah menanam dengan cara tabulampot. Harapan Hakim dengan adanya agro edukasi ini bisa menjadi wadah untuk warga yang ingin belajar.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER