BETANEWS.ID, KUDUS – Sudah berjalan lebih dari satu bulan, vaksinasi lansia belum mencapai target sasaran. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus pun mulai wacanakan untuk jemput bola demi vaksin para lansia di Kudus. Namun, ketersediaan jumlah vaksin yang tidak seberapa, menyebabkan DKK Kudus belum bisa memulai kegiatan tersebut.
Pernyataan itu diungkapkan oleh Kasi Surveilans Imunisasi DKK Kudus Aniq Fuad saat ditemui di ruangannya, Rabu (17/4/2021). Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan petugas puskesmas dan perangkat desa di wilayah Kudus, tapi hanya Puskesmas Jati yang sudah menyanggupi wacana tersebut.
“Jemput bola untuk lansia belum jalan. Karena vaksinnya tidak ada. Tapi Puskesmas Jati sudah bilang siap,” kata Aniq.
Baca juga: Kudus Dapat Tambahan Vaksin 400 Vial, Lansia Tetap Jadi Prioritas
Wacana jemput bola ini juga disebabkan ada banyak lansia yang enggan disuntik vaksin dosis kedua. Alasannya bermacam-macam, mulai dari jarak rumah dengan tempat vaksin hingga alasan tidak ada orang yang mau mengantar.
“Kan lebih baik kalau di desa, kepala desa nanti yang mengumpulkan warganya untuk divaksin. Ini kalau vaksinnya ada, akan dilakukan,” imbuhnya.
Jika program ini bisa segera dilakukan, Aniq yakin jika vaksinasi bagi warga Kudus bisa cepat selesai. Hal ini ditunjukkan dengan antusiasme warga di daerah terpencil yang sangat tinggi.
“Waktu vaksin di daerah atas, perangkat desa dan para kader desa mereka sangat antusias untuk divaksin. Artinya mereka sadar pentingnya vaksin. Nanti mereka akan menyebarkan pemahaman pentingnya vaksin,” ungkapnya.
Namun, jika membahas ketersediaan vaksin, Kudus memang sangat minim. Hal ini juga ditambah sekolah-sekolah yang akan melakukan pembelajaran tatap muka diwajibkan sudah divaksin. Hal ini membuat ketersediaan vaksin di Kabupaten Kudus semakin menipis.
Pekan lalu, DKK Kudus hanya menerima 4.000 dosis vaksin. Itu digunakan untuk 2.000 sasaran, yakni 1.200 dosis untuk lansia dan 800 dosis untuk pelayan publik.
“Setelah koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi, minggu depan Kudus tidak mendapatkan vaksin. Jadi kita maksimalkan ketersediaan vaksin yang saat ini masih kita miliki,” jelas Aniq.
Baca juga: Untuk Lansia, Vaksinasi Tak Bisa Dilakukan Jika Punya Tiga dari Lima Keluhan Ini
Selama Kabupaten Kudus melakukan vaksinasi, Aniq mencatat, ada 15 dosis vaksin yang rusak. Di mana belasan dosis tersebut terbagi atas 5 single dus, dan 1 vial yang berisi 10 dosis vaksin.
Rusaknya vaksin ini, bukan karena kesalahan pabrik. Aniq mengakui bahwa itu murni kesalahan dari pihak medis sendiri.
“Ada yang saat nyedot vaksin tidak hati-hati dan akhirnya vaksinnya tumpah. Trus yang satu vial, itu waktu dibuka susah dan akhrinya jatuh dan rusak. Rusaknya karena kesalahan kita, bukan karena rusak dari pabrik, ” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

