BETANEWS.ID, KUDUS – Siswa SMK Muhammadiyah Kudus berhasil menyabet medali emas dan perak dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK 2021 tingkat Provinsi Jawa Tengah. Lomba tersebut, digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng pada 22-25 Maret 2021.
Siswa SMK Muhammadiyah yang berhasil meraih medali emas yaitu
Muhammad Wahid Saputo, kelas XI dan Muhammad Abdul Wahab, kelas XII, dengan guru pembimbing Yudhis Astera. Keberhasilan mereka, yakni di kategori Artificial Intelligence (AI/kecerdasan buatan).
Baca juga : Ini SMK di Kudus yang Bisa Jadi Rujukan Belajar Fiber Optik
Kemudian, Muhammad Ikhsan Aditya, siswa kelas XII dan Muhammad Usman Najid, siswa kelas XI berhasil menyabet medali perak di kategori Teknologi Keamanan Siber (Cyber Security).
Kepala SMK Muhammadiyah Kudus Purwanta Agung Sulistyo mengatakan, pada perlombaan tersebut, sebenarnya pihaknya mengirimkan lima siswa untuk mengikuti tiga cabang lomba. Namun, untuk kategori elektronika masih belum mendapatkan medali.
“Saya tentunya bangga dengan prestasi yang diraih siswa ini. Setidaknya, hampir tiga bulan kami menyiapkan siswa untuk mengikuti bimbingan, praktik dan pemberian fasilitas sarana prasarana yang memenuhi, agar ketika mengikuti lomba secara daring, tidak ada kendala.
Sementara, Muhammad Abdul Wahab, salah seorang anggota tim peraih medali emas menceritakan sedikit mengenai lomba kecerdasan buatan yang diikutinya.
Menurutnya, tiap tim diberi 12 database untuk dipecahkan menjadi sebuah sistem kecerdasan buatan dengan menggunakan Google collab dan bahasa pemrograman phyton.
“Kemarin yang diujikan juri salah satunya database tentang penjualan mobil. Lalu diimport, agar menjadi sistem yang bisa untuk mempermudah pembaca data. Waktu itu kami buat penampilan data, membuat agar data lima teratas hingga membuat grafik penjualan,” ungkapnya.
Baca juga : Milad Muhammadiyah, Hartopo : ‘Teruslah Konsisten Memberi Solusi untuk Negeri’
Sedangkan Muhammad Ikhsan Aditya seorang anggota tim peraih medali perak mengatakan, Cyber Security yaitu praktik untuk mempertahankan suatu komputer, sistem operasi, jaringan, ataupun data dari serangan jahat dari luar.
“Kemarin waktu lomba, kami diberi website dan data, kemudian diminta untuk mencari file jahat atau flag yang mencurigakan. Bisa seperti phising, spam, virus atau yang lain, dan kami mencarinya dan memperlihatkan menggunakan bahasa pemrograman C,” jelasnya.
Editor : Kholistiono

