BETANEWS.ID, KUDUS – Di ruang perpustakaan SMK Wisudha Karya (Wiskar) Kudus terlihat lima orang Taruna berseragam putih biru. Beberapa di antaranya berkulit gelap dan berambut keriting. Mereka ternyata siswa asal Indonesia timur yang belajar di Jurusan Pelayaran.
Lima siswa SMK Wiskar tersebut datang dari daerah yang berbeda-beda. Gerzon Imanuel Korwa siswa asal Manokwari, Papua, Maorids Jefri Alvian Wake dan Glenn Marco Gregoreyan Mooy dari Kupang, NTT, Agustinus Manggo Rago dan Oscar Januarius Sola Lado Rema dari Flores, NTT.
Kepada Betanews.id, mereka sudi berbagi kisah dan pengalamannya saat menuntut ilmu di SMK Wisudha Karya dan tinggal di Kudus. Mereka merasa sangat senang bisa menimba ilmu di sekolah tersebut. Tak terkecuali Gerzon.
Baca juga: Siswa SMK Wisudha Karya Kudus Juarai LKS Tingkat Nasional
Dia mengatakan, pihak sekolah Wisudha Karya sangat ramah dan menghargai siswa dari yang datang dari wilayah Indonesia timur. Dari yang sebelumnya tidak ada tempat khusus untuk beribadah bagi pemeluk Agama Kristen seperti dirinya, kini sudah disediakan ruang khusus.
“Pihak sekolah sangat baik, yang awalnya tidak ada ruang khusus beribadah untuk kami kemudian difasilitasi. Guru di sini juga ramah. Paling ada satu atau dua siswa yang kadang meledek pas saya lewat, dipanggil hitam,” beber pria yang sudah empat tahun tinggal di Kudus itu, Jumat (19/3/2021).
Gerzone bercerita, awalnya hanya coba-coba mengikuti seleksi beasiswa dari BNI yang bekerja sama dengan Djarum Foundation. Dia mengaku sama sekali tak tahu tentang SMK Wisudha Karya. Meski begitu, dirinya dinyatakan lolos dan mendapat bisa menuntut ilmu di SMK Pelayaran tersebut.
Dalam memilih jurusan, Gerzon juga asal memilih tanpa pertimbangan. Meski mengaku asal memilih, dia merasa senang karena jurusan yang ia ambil cocok dengan hobinya berpetualang.
“Saya asal memilih saja, ternyata tepat, di Jurusan Pelayaran jiwa berpetualang saya jadi membara. Setelah saya jalani ternyata menyenangkan,” jelas Gerzon.
Betah Tinggal di Kudus

Datang dari daerah dan latar belakang yang sangat berbeda, Gerzon dan empat temannya itu mengaku betah tinggal di Kudus. Meskipun pada saat awal tinggal di Kudus, dirinya dan empat temannya yang datang dari wilayah Indonesia timur itu butuh penyesuaian.
“Awal-awal memang butuh penyesuaian, terutama soal budaya dan makanan yang berbeda. Jadi kami butuh beberapa waktu untuk merubah kebiasaan. Tapi sekarang sudah terbiasa, dan di Kudus menyenangkan,” terang Taruna Jurusan Pelayaran Nautika itu.
Baca juga: SMK Wisudha Karya Kudus Jadi Tuan Rumah Pendidikan Magang ke Jepang
Senada dengan Gerzon, Maorids, Glenn, Agustinus, Oscar Januarius, juga menyatakan hal yang sama. Mereka mengaku betah di Kudus. Meski ada suka dan duka jauh dari kampung halaman, tetapi mereka merasa nyaman tinggal di Kota Kretek.
“Kami suka sekolah di sini. Tidak ada diskriminasi, semua diperlakukan dengan baik. Tidak memandang suku, bahasa dan agama,” katanya saling sahut menjawab pertanyaan.
Editor: Suwoko

