BETANEWS.ID, KUDUS – Vaksinasi untuk warga berusia 60 tahun ke atas (lansia) punya perbedaan khusus dengan mesyarakat lainnya. Selain masalah kesehatan, perbedaan waktu tunggu untuk penyuntikan dosis kedua juga berbeda.
Person In Charge (PIC) Vaksinasi Covid-19 RS Mardi Rahayu, Sophie Aileen menjelaskan, untuk vaksinasi lansia, jenis vaksin yang digunakan itu sama dengan masyarakat umum. Bedanya hanya disuntikan kedua. Ada jeda antara penyuntikan tahap pertama dengan tahap kedua yaitu 28 hari.
“Vaksin yang dipakai sama persis, prosedurnya pun sama. Yang membedakan adalah beberapa pertanyaan yang akan ditanyakan nantinya,” kata Sophie, Rabu (17/3/2021).
Baca juga: Cukup Bawa KTP, Lansia di Kudus Bisa Daftar Vaksinasi di RS Mardi Rahayu
Ia lantas merinci pertanyaan yang berupa keluhan kesehatan, seperti apakah kesulitan untuk menaiki sepuluh anak tangga, sering merasa kelelahan, memiliki penyakit-penyakit yang akan disebutkan dokter nanti, mengalami kesulitan berjalan 100-200 meter, dan mengalami penurunan berat badan dalam satu tahun terakhir.
“Dari lima pertanyaan tersebut, apabila lebih dari dua pertanyaan dijawab iya, tidak direkomendasikan untuk melakukan vaksinasi bagi lansia,” imbuh Sophie.
Jika punya keluhan kesehatan tersebut, para lansia diharapkan untuk konsultasi dengan dokter secara lebih lanjut, agar mendapatkan penaganan yang memadai, sehingga bisa segera divaksin.
Salah satu lansia yang mengikuti vaksinasi, Mawanto Adipriyo mengaku tidak merasakan efek apapun selepas divaksin. Padahal dari ceritanya, Mawanto adalah orang yang sejak kecil takut untuk divaksin.
Baca juga: Dari 68.901 Lansia di Kudus, 5,5 Persen Sudah Divaksin
“Pas awal takut, takut disuntik. Tapi setelah disuntik vaksin, tidak ada reaksi apa-apa. Semua baik-baik saja,” katanya.
Dengan vaksinasi ini pun, pria yang bekerja sebagai supir ini, lebih merasa aman ketika sudah divaksin. Ia tidak terlau merasa khawatir jika harus bepergian ke luar kota.
“Untuk vaksin kedua nanti, saya siap,” tegasnya mengakhiri.
Editor: Ahmad Muhlisin

