Banjir Jati Wetan Kudus Tuntas, Pengungsi Sudah Pulang dan Terminal Jati Kembali Dibuka

BETANEWS.ID, KUDUS – Ruas jalan di Dukuh Tanggulangin, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus sudah terlihat. Perkampungan yang tadinya terendam banjir selama lebih dari tiga pekan tampak sudah terbebas dari banjir. Hanya terlihat lumut – lumut yang menempel pada jalan beton serta beberapa warga pun tampak bebersih rumah dan perabot paska kebanjiran.

Ditemui di Aula Balai Desa, Kepala Desa Jati Wetan yakni Suyitno mengatakan, banjir yang menggenangi tiga dukuh di desanya kini sudah habis dan tuntas. Tiga dukuh tersebut meliputi Dukuh Tanggulangin, Dukuh Barisan dan Dukuh Gendok tadinya kebanjiran lebih dari tiga pekan. Namun, sejak debit air Sungai Wulan turun drastis dan pintu pembuangan bisa di buka, air banjir pun langsung surut.

Banjir di Jati Wetan sudah surut, dan warga sudah mulai kembali ke rumah. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Menengok Aktivitas Warga Jati Wetan Paska Kebanjiran Selama Tiga Pekan

-Advertisement-

“Banjir di desa kami sekarang sudah surut, tidak surut lagi tapi sudah hilang. Ya karena itu pintu pembuangan Sungai Wulan dibuka,” ujar Suyitno kepada Betanews.id, Selasa (23/2/2021).

Pria yang menjabat kepala desa selama dua periode tersebut mengatakan, susut dan tuntasnya air banjir di desanya memang disebabkan oleh pembukaan pintu sungai, bukan karena pompa yang ada. Menurutnya kalau mengandalkan pompa, kemungkinan air banjir tidak bisa berkurang secara signifikan.

“Kalau andalkan pompa ya palingan banjirnya belum tuntas. Kalau pun surut hanya sedikit. Sebab tidak seimbang antara banyaknya debit banjir dengan kapasitas pompa yang ada,” ucapnya.

Dia menuturkan, pembukaan pintu Sungai Wulan tersebut dilakukan pada hari Minggu (21/2/2021) pukul 06.00 WIB. Dengan dibukanya pintu tersebut air banjir di tiga dukuh Desa Jati Wetan berangsur – angsur surut. Menurutnya, bahkan dalam tempo dua hari banjir yang menggenang langsung surut dan tuntas.

“Tidak lama untuk menghilangkan banjir di desa kami. Kuncinya itu di pintu pembuangan Sungai Wulan. Kalau pintu tersebut bisa dibuka, air banjir pun akan serta merta terbuang mengalir ke Sungai Wulan dengan cepat,” jelasnya.

Dengan surutnya banjir, lanjutnya warganya yang rumahnya kebanjiran dan mengungsi kini pun sudah pulang semua. Menurutnya, sejak kemarin hari Senin (22/2/2021), warganya mulai pulang ke rumah masing – masing. Pihak desa pun menyediakan beberapa mobil untuk mengangkut mereka beserta barangnya.

“Dulu kan kami yang mengevakuasi warga saat kebanjiran. Kami pun bertanggung jawab, saat banjir sudah surut kami pun mengantarkan warga kembali ke rumahnya menggunakan mobil,” ungkapnya.

Dia mengatakan, saat ini warga sudah pulang semua ke rumahnya. Di pengungsian hanya tersisa empat kepala keluarga (KK) dan 15 jiwa. Menurutnya, sebenarnya warga tersebut rumahnya juga sudah tidak kebanjiran. Namun, karena belum dibersihkan jadi masih ada yang bertahan di pengungsian.

Baca juga : Dua Pekan Banjir Kudus Belum Surut, 632 Orang Masih Bertahan di Pengungsian

“Yang masih bertahan ini hanya menunggu rumahnya bersih. Saat ini mereka lagi membersihkan rumahnya dari sisa – sisa banjir. Palingan hari ini pukul 14:00 WIB mereka sudah pulang meninggalkan pengungsian,” bebernya.

Pantauan lokasi, banjir yang tadinyabmenggenangi di Dukuh Tanggulangin, Dukuh Gandok, dan Barisan sudah tak terlihat lagi. Bahkan banjir yang tadinya menggenangi Terminal Jati Kudus pun sudah tuntas. Terminal Jati Kudus yang tadinya ditutup akibat banjir, hari ini sudah dibuka. Tampak ada bus jurusan Surabaya Semarang masuk terminal untuk menaikan dan menurunkan penumpang.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER