Rumahnya Kebanjiran Lebih Satu Meter, Kusminah Putuskan Mengungsi

BETANEWS.ID, KUDUS – Di dalam salah satu ruangan gedung TPQ Khurriyatul Fikri, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, terlihat beberapa orang sedang menonton televisi. Ada juga yang masih terlelap tidur. Mereka adalah warga Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, korban banjir yang sedang mengungsi.

Satu di antara pengungsi yakni Kusminah menuturkan, dirinya mengungsi di tempat pengungisan tersebut sejak Minggu (31/1/2020), saat banjir akibat dari Sungai Wulan meluap. Menurutnya, banjir yang sebelumnya, yakni sewaktu tanggul jebol, ia tidak mengungsi. Sebab banjir saat itu merendam rumahnya hanya sebetis orang dewasa. Namun, banjir kali ini ia memilih mengungsi, karena banjirnya lebih tinggi yakni lebih dari satu meter.

Warga Dukuh Goleng mengungsi akibat rumahnya kebanjiran. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Banjir di Kudus Meluas Hingga 10 Desa, Ketinggian Air Capai 2 Meter

-Advertisement-

“Banjir kali ini lebih tinggi, lebih dari satu meter. Oleh sebab itu saya mengungsi di tempat pengungsian yang disediakan oleh pihak Desa Pasuruhan Lor,” ujar Kusminah kepada Betanews.id, Rabu (3/2/2021).

Dia mengatakan, mengungsi bersama anggota keluarganya yang berjumlah lima orang. Serta ada satu keluarga lain selain keluarganya yang mengungsi di tempat tersebut. Ia mengaku, sebenarnya banjir saat ini tetangganya banyak yang mengungsi, tapi mereka lebih memilih mengungsi di tempat kerabatnya.

“Kalau saya kan tidak punya kerabat, jadi ya mengungsi di tempat yang disediakan oleh pihak desa. Toh mengungsi di sini juga nyaman kok,” ungkapnya.

Dia mengatakan, selama mengungsi di tempat pengungsian tersebut merasa terjamin. Ia diberi makan tiga kali sehari. Kalau malam juga ada jajan atau camilan serta ada pengecekan kesehatan. Dia berharap, banjir cepat surut. Agar ia bisa bekerja bertani lagi. Sebab banjir tidak hanya menggenangi rumahnya saja, tapi juga sawah beserta tanamannya.

“Saya berharap banjir segera surut, agar kami bisa pulang dan kembali bekerja mengelola sawah kami lagi yang tanamannya puso akibat banjir. Semoga saja ada bantuan dari pemerintah,” harapnya.

Baca juga : Banjir di Kecamatan Kaliwungu Kudus Sudah Mulai Surut

Di temui di lokasi yang sama, Plt Sekertaris Desa Pasuruhan Lor yakni Noor Fakhris (58) mengatakan, warga korban banjir akibat Sungai Wulan meluap yang mengungsi di tempat pengungsian yang disediakan oleh pihak desa ada dua keluarga, dengan total delapan jiwa. Sebenarnya banyak warga Dukuh Goleng yang mengungsi, tapi mereka lebih memilih mengungsi di tempat kerabatnya.

“Kalau total warga Dukuh Goleng yang terdampak banjir ada sekitar 340 KK atau sekitar 1.300 jiwa. Saat ini banjir sudah mulai surut sekitar 40 sentimeter,” bebernya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER