Enaknya Piscok Lumer Ini Membuat Banyak Pelanggannya Ketagihan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di depan Gedung Graha Mustika, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, terlihat tempat penjualan Piscok Lumer. Seorang perempuan di sana tampak sedang membuat racikan pisang cokelat sebelum digoreng. Ia adalah Aini Suryani (26), pemilik Piscok Lumer.

Di sela-sela kesibukannya, Aini sapaan akrabnya bersedia berbagi informasi tentang usahanya yang dirintis sejak Februari 2020 lalu. Dia mengatakan, awal mula merintis usaha tersebut hanya di rumah yang dipasarkan melalui media sosial. Dia terinspirasi dari piscok yang ada di Semarang karena kelumerannya. Sebelum dirinya membuka usaha tersebut, dia suka membeli piscok yang ada di Semarang karena pernah tinggal di sana.

Aini sedang membubuhkan keju di atas Piscok Lumer yang disukai banyak remaja Kudus. Foto: Kaerul Umam.

“Awalnya karena suka membeli piscok yang banyak coklatnya, dari itu saya mencoba membuat sendiri dan saya posting di media sosial seperti Facebook dan Instagram. Ternyata laku, dan banyak peminatnya,” beber Aini kepada betanews.id, Senin (1/1/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Pantesan Martabak Ini Ramai Pembelinya, Rasanya Juara dan Toppingnya Melimpah

Dia menyebutkan, di lapak usahanya dia tidak hanya menyediakan piscok, tetapi juga menyediakan pisang nuget krispi rasa coklat. Semua menu yang ia sediakan memberikan pilihan kepada pembelinya dengan jumlah isian berbeda-beda. Untuk piscok jumlah isian 3 biji hingga jumlah isian 12 biji. Sedangkan yang pisang nuget dengan jumlah isian 3 biji hingga 24 biji. Selain itu juga menyediakan toping keju untuk pembeli dari level 1 sampai level 5.

“Harga piscok isi 3 Rp 6 ribu, isi 6 Rp 12 ribu, isi 9 Rp 12 ribu, isi 12 Rp 23 ribu. Sedangkan untuk harga pisang nuget isi 3 Rp 2 ribu, isi 6 Rp 4 ribu, isi 12 Rp 8 ribu, isi 18 Rp 12 ribu, dan isi 24 Rp 16 ribu,” Rincinya di lapak yang buka mulai pukul 9.00 WIB hingga 17.00 WIB itu.

Usaha yang hampir 1 tahun itu, dalam sehari bisa menjual sebanyak 150 biji kalau ramai, dan jika sepi terjual 60 biji. Kebanyakan peminatnya dari kalangan remaja yang menyukai cokelat. Dalam pemasarannya, Aini menggunakan Facebook dan Instagram dengan akun @pisco_klumer, yang biasanya menerima pengiriman dengan COD.

“Saya hanya membatasi piscok ini sebanyak 150 biji saja. Kalau sudah habis, ya besok lagi,” kata warga Desa Getas Pejaten RT 7 RW 4, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu.

Baca juga: Manjakan Lidah dengan Krispinya Pisang Goreng S3 yang Tak Pelit Toping

Pembelinya kebanyakan dari Kudus juga dari Kecamatan Nalumsari. Karena daerah tersebut merupakan daerah asal tempat tinggalnya dulu.

“Saya berharap kedepannya bisa berkembang, dan ingin membuka banyak cabang. Sementara ini rencananya mau buka cabang di daerah Kecamatan Gebog,” tuntasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER