BETANEWS.ID, JEPARA – Kasih (60) dengan luwesnya memotong adonan getuk kinco di lapak dagangannya di Pasar Sore Karangrandu, Jalan Raya Pecangaan-Karangrandu KM 2, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Usia senjanya seperti tak menyurutkan ketangkasannya dalam membungkus makanan dari ketela itu. Dalam hitungan menit, beberapa bungkus getuk sudah siap dibawa pulang oleh pelanggan setianya yang telah menunggu.
Di Pasar Sore Karangrandu itu, Kasih tak sendirian menjajakan makanan tradisonal. Bersama dengan banyak penjual lain, mereka menawarkan berbagai kudapan jadul yang sudah jarang ditemui.

“Sudah jualan lama, sekitar dua puluh tahun. Jualannya getuk kinco,” tuturnya saat ditemui, Senin (4/1/2020).
Baca juga: Berburu Kuliner di Pujasera Nongky-Nongky, Tempatnya Luas dan Menunya Enak-Enak
Pasar Sore Karangrandu yang buka setiap hari mulai pukul 13.00 WIB sampai 18.00 WIB itu, pengunjung bisa menemukan berbagai jajanan jadul seperti getuk kinco, getuk lindri, cetot, hoyog-hoyog, klepon ketan, horog-horog, janganan, cemeding, pecel rumput laut, satu usus, sate telur, dan lain sebagainya.
Untuk minuman tradisional ada es campur, es dawet, es cendol, es buah, es gempol pleret, dan lain sebagainya. Saking kompletnya jajan dan minuman tradisonal, menjadikan Pasar Sore Karangrandu sebagai salah satu tujuan masyarakat menghabiskan waktu sore.
Salah satu penjual es, Dian Ayu Rita (36) mengatakan, ia berdagang di tempat tersebut menggantikan ibunya yang sudah 15 tahun menjajakan minuman.
Baca juga: Menikmati Kuliner Jadul dan Kekinian dengan Wadah Serba Bambu di Makan Bamboo
“Udah lama jualan disini. Generasi kedua dari ibu 15 tahunan. Jualannya es degan, es campur, es dawet, sirup, es teh dan jajanan,” ungkapnya.
Dian sore itu juga terlihat cukup sibuk membuat minuman untuk para pembeli yang terlihat ramai. Mereka terlihat duduk berjajar menempati bangku yang disediakan di setiap lapak pedagang. Selain untuk berburu kuliner, pasar sore ini juga asyik untuk nongkrong para anak muda. Salah satunya Dery Susanto (25), warga Salatiga yang bekerja di Jepara. Ia biasanya nongkrong di salah satu lapak pedagang usai bekerja.
“Sering ke sini untuk nongkrong. Tempatnya asyik. Biasanya beli es campur,” pungkasnya.
Penulis: Erna Safitri Yana (Mahasiswa magang IAIN Kudus)
Editor: Ahmad Muhlisin

