BETANEWS.ID, KUDUS – Tanggul jebol di Sungai Piji, Desa Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus telah mulai diperbaiki, Minggu (10/1/2021). Perbaikan dilakukan secara manual, karena krane yang sedianya akan digunakan tak bisa masuk lokasi.
Hal itu diungkapkan Plt. Bupati Kudus Hartopo saat meninjau lokasi jebolnya tanggul, hari ini. Dia berharap cuaca tidak buruk, sehingga perbaikan bisa dilakukan secara cepat.
“Yang menjadi permasalahan, krane-nya tidak bisa masuk. Sehingga mengangkat secara manual yang otomatis memerlukan waktu yang agak lama. Kita doakan semoga cuaca hari ini mendukung, agar pembangunan cepat selesai,” tuturnya.
Jebolnya tanggul sungai Piji di Desa Tenggeles terjadi pada Sabtu (9/1/2021) sore. Akibatnya, air masuk ke pemukiman warga dan terjadi banjir setinggi lutut orang dewasa.
Baca juga: Tanggul Sungai Desa Tenggeles Jebol 7 Meter, Rumah Warga Terendam Banjir
Hartopo mengungkapnya, penyebab terjadinya tanggul jebol karena tanggul tak kuat menahan debit air yang begitu besar. “Ternyata, memang karena abrasi oleh arus dari sungai piji dan sungai dawe yang akhirnya mengakibatkan air meluap sampai ke rumah warga,” ujarnya.
Satgas Diminta untuk Tetap Siaga
Meskipun air sudah mulai surut sejak Sabtu malam, Hartopo tetap meminta agar satgas terkait untuk tetap siaga di lokasi. Menurutnya, penanganan kebencanaan dapat menjadi sangat kompleks karena terjadi di tengah pandemi Covid-19.
“Kami meminta dapur umum harus aktif, tenaga kesehatan on time, dan tempat pengungsian tetap dibuka. Perlu penanganan kompleks karena untuk penanganan bencana serta dalam upaya menekan penyebaran Covid-19,” ujarnya.
Baca juga: Tanggul Sungai Wulan Jebol Sepanjang 25 Meter, 100 Rumah di Dukuh Goleng Terendam
Sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi tanggul jebol di waktu yang akan datang, dirinya meminta sinergitas dari Dinas PUPR Kudus bersama BBWS dan BPSDA. Dia meminta talut sungai yang keropos agar segera diperbaiki. Dirinya juga meminta peran aktif pemdes dan masyarakat dalam memantau dan secara swadaya menutup lubang-lubang kecil pada talut tidak membesar.
“Sebetulnya harus ada pemeliharaan tanggul secara rutin dari sinergitas BBWS, BPSDA, dan Dinas PUPR Kudus. Kalau dilihat permasalahannya karena arus deras dan bagian bawah tanggul sudah terkikis, maka ketika musim kemarau harus dikontrol,” pungkasnya.
Editor: Suwoko

