BETANEWS.ID, KUDUS – Di sebuah rumah di Desa Undaan Lor Gang 4, RT 4 RW 1, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, terlihat seorang pria yang sedang mencoba sebuah alat pembasmi nyamuk. Alat buatan Heru Rusiyanto (35) itu adalah Mini Fogging.
Ditemui betanews.id, Heru bersedia berbagi informasi tentang awal mula dirinya membuat Mini Fogging. Dia mengisahkan, ide pembuatan alat tersebut bermula ketika rumah yang dihuninya itu banyak nyamuk yang sering masuk.
“Rumah saya bisa dikatakan paling pendek dibandingkan dengan tetangga. Dengan keadaan yang seperti itu, banyak nyamuk yang masuk ke dalam rumah saya. Saat itu, saya berpikir bagaimana untuk mengatasi nyamuk itu. Saya kemudian teringat rokok elektrik (Vape). Saya kemudian mempelajari cara kerja dari Vape tersebut,” kata Heru, Kamis (24/12/2020).
Baca juga : Produk Mini Fogging Asal Kudus Ini Diminati Konsumen Hampir di Seluruh Nusantara
Setelah mempelajari cara kerja dari Vape tersebut, lanjut Heru, dirinya mencoba membuat alat yang nantinya bisa untuk membasmi nyamuk. Pertama waktu membuat alat itu, Heru menggunakan bahan tembaga untuk koilnya. Akan tetapi, bahan tembaga yang digunakannya itu mudah bocor dalam penggunaan waktu singkat. Kemudian, dirinya menemukan bahan yang tahan lama untuk Mini Fogging buatannya tersebut, yakni dari bahan stainless.
“Awal pemasaran saya lewat media sosial yakni Facebook. Pada saat saya posting produk buatan saya ini, ternyata banyak orang yang minat untuk memilikinya,” katanya.
Sejauh ini, usaha yang dirintis Heru sudah banyak peminatnya. Dengan harga yang sangat terjangkau untuk kelasnya itu, pembelinya yang sudah pernah membeli produk buatan Heru itu hampir seluruh wilayah di Indonesia. Harga untuk Mini Fogging buatannya dibanderol dengan harga Rp 250 ribu dengan fasilitas obat pembasmi nyamuk sebanyak 50 ml.
“Pembeli yang sudah membeli mini fogging buatan saya ini dari berbagai daerah dan wilayah di Indonesia. Di antaranya meliputi Kalimantan, Papua, Riau, Lampung dan lain sebagainya. Untuk yang di daerah Jawa sudah hampir merata,” jelasnya.
Baca juga : Di Tangan Hardi, Limbah Kayu jadi Karya Seni Bernilai Jual Tinggi
Heru menambahkan, alat produksi buatannya tersebut, juga bisa untuk membasmi hama di sawah dengan perbandingan 80 ml hingga 100 ml per 1 liter solar. Jika, digunakan untuk membasmi nyamuk, dengan perbandingan 50 ml per 1 liter solar.
“Saya berharap agar kedepan usaha ini bisa semakin berkembang, lancar, dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang belum mempunyai pekerjaan,” tutupnya.
Editor : Kholistiono

