BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus membentuk satuan tugas (Satgas) pariwisata dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di lokasi wisata. Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Mutrika mengungkapakan, pihaknya tidak ingin lokasi wisata di Kudus menjadi klaster baru Covid-19.
Satgas tersebut dibentuk pada tanggal 3 Desember 2020. Kemudian mulai melaksanakan monitoring pada 10 Desember 2020. Dari Dinas Pariwisata, menargetkan 132 lokasi yang ada di Kudus.

“Kami targetkan memonitor 132 lokasi, dari 222 tempat kegiatan kepariwisataan yang ada di seluruh Kabupaten Kudus. Karena prioritas kami adalah menghadapi liburan Hari Natal 2020 dan Tahun Baru 2021,” terang perempuan yang akrab disapa Tika itu, Jumat (25/12/2020).
Baca juga: Hartopo Pastikan Penerapan Protokol Kesehatan dalam Ibadah Natal
Katanya, hingga hari ini lokasi yang dimonitor sudah lebih dari 50 persen dari target 132 lokasi. Hasil dari monitoring tersebut terdapat setidaknya dua lokasi yang belum memperketat protokol kesehatan. Pihaknya juga sudah mengimbau tempat tersebut agar lebih disiplin.
“Rata-rara semua sudah menerapkan prokes dan sarana prasarananya juga lengkap. Hanya ada satu atau dua yang belum, kami sudah memberi arahan untuk menyediakan secara lengkap,” tegasnya.
Rencana Satgas Pariwisata akan melakukan monitoring hingga tahun baru. Hal itu yang menyebabkan tidak menargetkan 100 persen lokasi kepariwisataan yang berjumlah 222.
“Ya nanti kalau masih cukup waktunya tetap dilanjutkan terus. Karena target kami sementara hingga tahun baru,” tambahnya.
Baca juga: Hartopo Minta Tempat Wisata Ditutup Saat Libur Tahun Baru
Ia melanjutkan, jika ada 5 tim Satgas yang dibentuk. Satu tim terdiri dari empat hingga lima orang, hang terdiri dari koordinator dan anggota.
“Rencana setelah tahun baru tetap dilanjutkan. Tapi kami utamakan 132 lokasi terlebih dahulu hingga tahun baru,” tukasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

