31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Lokasi Banjir di Setrokalangan Kudus jadi Tempat Wisata Dadakan

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa hari terakhir, Kota Kretek diguyur hujan terus menerus. Hujan dengan curah hujan tinggi mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah. Salah satu wilayah yang terjadi banjir adalah di Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Bagi warga sekitar, justru lokasi banjir tersebut menjadi tempat wisata dadakan.

Di area persawahan Desa Setrokalangan, tampak tergenang banjir. Banjir tersebut tampak menggenangi akses jalan menuju Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan. Puluhan orang terlihat berjajar menikmati banjir yang terjadi. Mereka ada yang asyik bermain air, serta beberapa di antaranya mencuci motor dan ada pula yang asyik berswafoto dengan latar belakang banjir.

“Saya datang ke sini untuk lihat banjir. Pemandangannya bagus. Anginnya sepoi – sepoi kayak serasa di pantai,” ujar satu di antara pengunjung, yakni Dewi Rohmawati (14) kepada Betanews.id, Sabtu (12/12/2020).

-Advertisement-
Lokasi banjir di Setrokalangan jadi tempat wisata dadakan. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Banjir di Desa Jati Wetan Terjang 64 Rumah, Warga Ogah Mengungsi

Dara yang tercatat sebagai warga Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu, Kudus itu menuturkan, kehadirannya melihat wilayah Desa Setrokalangan banjir bukalah pertama kalinya. Ia mengaku sudah dua kali melihat banjir di lokasi tersebut. “Saya datang bersama temanku. Ini yang kedua kalinya. Suasananya enak dan ramai,” bebernya.

Hal senada juga dikatakan oleh Intik. Warga Desa Garung kidul itu menuturkan, datang melihat banjir bersama suami dan putranya. Sambil berjalan menerjang banjir semata kaki, ia mengaku asyik saja main air banjir. Suasananya ramai dan pemandangan alamnya terasa asri.

“Saya datang bersama keluargaku. Suka saja main air banjir suasananya juga ramai, jadi asyik,” selorohnya.

Berbeda lagi dengan Mustakim yang datang ke lokasi banjir selain melihat banjir juga mencuci motornya. Sebab dengan adanya air yang menggenangi jalan itu proses mencuci motor jadi lebih mudah, hemat dan cepat.

“Selain datang untuk melihat banjir, sekalian mencuci motor mas. Sebab kemarin hujan terus hingga motor kotor banget. Jadi kesini sekalian memanfaatkan air banjir untuk mencuci motor,” ungkapnya.

Di temui terpisah Kepala Dusun (Kadus) RW 3 Dukuh Karangturi, Desa Setrokalangan Jarwanto (39) menuturkan, banjir yang menggenang di jalan masuk ke dukuhnya itu merupakan banjir tahunan. Banjir tersebut terjadi karena murni curah hujan yang tinggi. Akibat banjir tersebut mengisolasi atau tepatnya menghambat aktifitas para warga Dukuh Karangturi yang akan menuju ke Jalan Lingkar atau menuju ke Desa Garung Kidul dan sekitarnya.

“Banjir tersebut jelas menghambat aktivitas warga. Apalagi kalau warga itu punyanya hanya motor tua pasti gak berani nerjang banjir, sebab bisa dipastikan mogok,” ujarnya.

Dia mengatakan, jumlah warga Dukuh Karangturi ada sekitar 360 kepala keluarga (KK). Kebanyakan dari mereka hidup bertani serta buruh pabrik. Menurutnya, banjir itu selain menenggelamkan akses jalan masuk juga menenggelamkan sebagian besar persawahan yang ada di Desa Setrokalangan.

Baca juga : Banjir Mejobo Sebabkan Lalu Lintas Tersendat, Banyak Kendaraan Mogok

“Kalau persawahan Dukuh Setro dan Kalangan hampir semua terendam. Kalau untuk Dukuh Karangturi sawah yang terendam sekitar 10 hektare. Sawah tersebut merupakan sawah aktif dan ada tanamannya,” jelasnya.

Dia berharap, hujan tak lagi turun biar banjir lekas surut. Serta agar banjir tidak terjadi setiap tahun, hendaknya jalan yang tergenang itu dibangun. “Harapannya ya jalan yang kebanjiran itu dibangun lebih tinggi,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER