BETANEWS.ID, PATI – Beberapa wanita terlihat sedang mewadahi camilan dalam wadah besar ke sebuah kemasan di tangan masing-masing. Setelah ditimbang, mereka mengumpulkannya jadi satu untuk kemudian diselesaikan oleh wanita paruh baya yang berada dekat dengan mereka. Wanita terakhir itu adalah Siti Haningsih (60), owner Hidayah Snack.
Tempat produksi yang berada di Dukuh Widengan RT 1 RW 7, Desa Margomulyo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati itu, Siti bersedia berbagi cerita soal usaha makanan ringan berbahan ikan yang gurih dan renyah. Sebelumnya, bersama suami, Sutarwi Harjo Kusumo (67), mereka memiliki usaha warung. Namun, karena prospeknya kurang bagus akhirnya merambah bisnis snack mulai dari keripik pisang hingga kini fokus pada yang berbahan baku ikan.

“Dulu pernah buat olahan basah seperti bandeng presto, nila krispi. Tapi tidak bisa bertahan lama, padahal sudah diseal dan kedap udara. Makanya, saya kemudian memilih membuat olahan ikan yang kering,” ungkapnya saat ditemui, Selasa (8/12/2020).
Baca juga: Jamur Krispi Hirneola yang Gurih dan Renyah ini Peminatnya dari Berbagai Daerah
Berkat kerja kerasnya dalam memasarkan produk, makanan ringan produksinya kini bisa ditemui di 63 swalayan dan supermarket di Kabupaten Pati. Meski begitu, ia juga awalnya sering ditolak saat menawarkan produknya di toko modern itu.
“Dulu pernah saya tawarkan di toko-toko, tapi terkadang narik uangnya susah. Jadi setelah bisa ke swalayan dan supermarket, saya memilih menjual di sana,” ujarnya.
Baca juga: Berhenti Jadi TKW Demi Urus Anak, Umi Rintis Usaha Snack yang Kini Banyak Peminat
Produk-produk yang Haningsih jual cukup terjangkau. Untuk harga produk keripik ikan dero isi 100 gram dihargai Rp 15 ribu, krispi gatul 80 gram Rp 13 ribu, carang madu isi 15 Rp 14 ribu, asoy pedas 250 gram Rp 12 ribu, dan keripik pisang pipit 200 gram Rp 13 ribu.
“Sejak pandemi jualan memang sedikit menurun, tapi saya harus tetap optimis dalam menjual produk-produk makanan ringan ini,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

